Pura Meru Lombok

0 125

Lokasi Pura Meru

Pura Meru terletak di Jl. Selaparang No.20b, Mayura, Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83233, Pulau Lombok.

Pura Meru

Pura Meru ini memiliki arsitektur pura yang cukup unik, yaitu Meru dengan atap bertingkat. Menurut sejarah, Pura Meru dibangun pada abad ke-18 oleh 33 desa di Pulau Lombok.

Meskipun dewasa ini Pulau Lombok dihuni oleh penduduk yang mayoritas beragama Islam, namun Anda masih bisa menemukan beberapa peninggalan Hindu Jawa kuno yang terletak di jalan utama Kota Cakranegara. Salah satunya adalah Pura Meru Lombok ini, yang lokasinya tak jauh dari Pura Taman Mayura. Pura ini memiliki ciri yang cukup menonjol, sehingga dengan mudah Anda akan mengenali Pura Lombok ini. Dari jalan utama Anda akan melihat tiga meru yang bertingkat, yang menjulang dengan atap hitam berbahan ijuk.

Pura Meru adalah tempat suci bagi umat Hindu yang paling terkenal dan terbesar di Pulau Lombok. Pura ini didirikan oleh Anak Agung Made Karangasem, sekitar tahun 1720. Tempat ini dibangun dengan tujuan menyatukan beberapa tempat, yang biasanya digunakan untuk bernegosiasi serta menghakimi orang-orang yang melakukan kejahatan. Sampai sekarang, Pura Meru tak hanya menjadi tempat peribadatan umat Hindu saja, namun juga menjadi tujuan wisata yang paling diminati.

Bangunan Pura Meru

Seperti pura-pura pada umumnya, Pura Meru terbagi dalam tiga bagian. Bagian pura yang paling suci adalah Utama Mandala. Pura ini merupakan tempat bagi umat Hindu untuk beribadah. Didalamnya terdapat 33 Sanggah yang berwarna putih. Sanggah-sanggah tersebut merupakan simbol dari 33 desa yang ikut membantu Anak Agung Made Karangasem dalam mendirikan Pura Meru. Atapnya berbentuk meru yang bertingkat yang menjulang ke langit. Jika Anda memperhatikan dengan seksama, salah satu meru memiliki 11 tingkat. Sedangkan dua lainnya memiliki 9 tingkat. Meru tersebut melambangkan Dewa-dewa yang ada dalam ajaran Hindu. Yaitu Brahma (Dewa pencipta), Wisnu (Dewa pemelihara), Siwa (Dewa penghancur).

Anda juga akan menemui Sekepat (semacam gazebo dengan empat tiang) yang biasanya digunakan oleh Ida Pedande dalam memimpin upacara. Serta Sake Ulu (gazebo dengan delapan tiang) yang biasa digunakan sebagai tempat sesajen dan banten dalam setiap ritual.

Di bagian tengah Anda bisa menemui Madya Mandala, dengan gazebo dua tingkat yang biasanya dipakai untuk bernegosiasi. Tepat di depan pura ini, Anda bisa menemui Nista Mandala. Yaitu sebuah halaman kosong. Tempat ini biasa digunakan untuk menggelar berbagai kesenian dalam upacara-upacara tertentu.

Source Pura Meru Lombok Lombok
Comments
Loading...