Prasasti Turyyan Malang

0 96

Lokasi Prasasti Turyyan

Prasasti Turyyan ditemukan di Dukuh Watugodeg, Kelurahan Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Prasasti Turyyan

Prasasti ini berukuran: tinggi 130 cm, lebar 118 cm, dan tebal 21 cm. Bertulisan pada kedua sisinya, sisi depan berjumlah 43 baris dan sisi belakang berjumlah 32 baris. Prasasti Turyyan telah dialihaksarakan dan dibahas secara ringkas oleh J.G. de Casparis (1988) dalam tulisannya yang berjudul “Where Was Pu Sindok’s Capital Situated?”, Studies in South and Southeast Asian Archaeology No. 2:39-52.

Menurut de Casparis, di dalam prasasti Turyyan disebutkan mengenai pengelompokan para pejabat pemerintahan berdasarkan strata tingkatan jabatan dan kepangkatan, seperti Rakai, Rakryan, Samgat, Pu, Sang Dyah, Si, dan lain-lain.

Selain itu, prasasti ini juga menerangkan bahwa pada bulan Śrawana tanggal 15 Śuklapaksa tahun 851 Śaka (24 Juli 929 Masehi), Dang Atu Pu Sahitya, seorang dari Desa Kulawara, telah memohon kepada Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isanawikrama Dharmottunggadewa, agar diberi hadiah tanah untuk mendirikan suatu bangunan suci. Permohonan itu dikabulkan raja, dan diambilkan sebidang sawah di Desa Turyyan yang menghasilkan pajak sebesar 3 suwarna emas. Pajak yang dihasilkan Desa Turyyan setahun adalah 1 kati dan 3 suwarna emas; yang 3 suwarna itulah yang dianugerahkan kepada Dang Atu Pu Sahitya.

Ditambah lagi dengan sebidang tanah tegalan di sebelah barat sungai dan tanah di sebelah utara pasar Desa Turyyan. Tanah yang di sebelah barat sungai itu untuk tempat mendirikan bangunan suci, dan penduduknya hendaknya bekerja bakti membuat bendungan terusannya sungai tadi, mulai dari Air Luah, sedangkan tanah di sebelah utara pasar itu untuk kamulan dan pajak yang 3 suwarna emas itu, sebagai sumber biaya pemeliharaan bangunan suci. Selebihnya dijadikan sawah untuk tambahan sawah sima bagi bangunan suci itu.

Prasasti Turyyan juga menyebutkan beberapa contoh komoditi yang biasa dipikul pedagang, seperti pakaian, perkakas logam (tembaga, besi, perunggu, timah), daun untuk pembungkus, kapur, kapas, mengkudu, minyak, gula, beras, dan lainnya. Pasar, sesuai yang tercatat dalam prasasti tersebut, pada umumnya terletak di dekat aliran sungai atau kawasan strategis untuk lalu lintas perdagangan. Dan di dalam prasasti tersebut juga dituliskan bahwa ibu kota pertama dari Medang pada zama Pu Sindok adalah Tamwlang (“sri maharaja makadatwan I tamwlang”). Letak Tamwlang , yang hingga kini hanya ditemui di dalam prasasti Turyyan itu saja, mungkin di dekat Jombang sekarang, di sana masih ada Desa Tambelang. Desa tersebut diperkirakan merujuk kepada Desa Tambelang, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Jombang.

Source http://kekunaan.blogspot.co.id http://kekunaan.blogspot.co.id/2012/05/prasasti-turyyan.html
Comments
Loading...