Prasasti Pasir Koleangkak Bogor

0 67

Lokasi Prasasti Pasir Koleangkak

Prasasti Pasir Koleangkak terletak di Kampung Pasir Gintung RT 02/RW 04, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat.

Prasasti Pasir Koleangkak

Dahulu daerah itu termasuk tanah perkebunan Jambu sehingga prasasti itu dikenal dengan nama Prasasti Jambu. Sekarang ada yang menyebutnya Prasasti Pasir Koleangkak atau Prasasti Pasir Gintung menurut nama kampung di dekatnya.

Penemuan prasasti ini pertama kali dilaporkan oleh J. Rigg pada tahun 1854. Kemudian Prasasti ini telah dialih aksara dan diterjemahkan oleh J.Ph. Vogel (1925) The Earliest Sanskrit Inscription of Java, dan oleh R.M. Ng. Poerbacaraka (1952) dal am bukunya Riwayat Indonesia I.

Prasasti Pasir Koleangkak dipahatkan pada batu andesit, dengan bentuk segi tiga tidak sama sisi, berukuran tinggi 73 cm, sisi-sisinya berukuran 290 cm, 264 cm, 240 cm. Pada permukaan batu yang relatif sudah rata sebelumnya dan tidak melalui proses penghalusan terlebih dahulu, tertera inskripsi dua baris dengan huruf Palawa dan Bahasa Sangsakerta, di atas tulisan terdapat bentuk sepasang telapak kaki. Prasasti tidak menyebutkan pertanggalan tetapi dari paleografinya dapat diperkirakan ditulis pada abad ke-5 M.

Prasasti yang terletak di puncak Bukit Koleangkak, berdiri pada area seluas ± 1500 m² dan dipagar kawat berduri setinggi 120 cm. Ditempatkan pada bangunan (cungkup) berukuran 6 x 7 m dengan atap ijuk, tiang menggunakan pilar cor menyerupai batang kayu, dan lantainya susunan batu kerakal yang disemen. Salah satu bagian sudut batu prasasti telah patah, tetapi telah disambung oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Areanya telah ditata baik dilengkapi dengan jalan setapak (cor semen). Pembangunan (cungkup) diresmikan pada 31 Maret 1990 oleh Drs. Uka tjandrasasmita (Direktur Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala).

Dari Bukit Koleangkak terlihat hamparan persawahan, pengunungan hijau, sungai Cikasungka, dan Kota Leuwiliang tentu menjadi daya tarik, bagi wisatawan. Selain itu prasasti dari masa Kerajaan Tarumanegara dari abad ke-4-5 yang cukup langka, maka sangat potensial apabila dijadikan sebagai objek wisata budaya dan wisata alam.

Isi Prasasti Pasir Koleangkak

• criman data krtajnyo narapatir asamo yah purl tarumayan
namma cri purnnavarmma pracuraripucarabedyavikhyata-
varmmo
• tasyedam padavimbad’iyamarinagarotsadanenityadaksham
bhaktanam yandripanam bhavati sukhakaram calyabhutam
ripunam
Artinya :
“Gagah, mengagumkan, dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termashur Sri Purnawarman, yang sekali waktu (memerintah) di Taruma dan baju zirahnya yang terkenal (warman). Tidak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang tapak kakinya yang senantiasa berhasil menggempur kota-kota musuh, hormat kepada pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya.”

Source http://www.disparbud.jabarprov.go.id/ http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=146&lang=id
Comments
Loading...