Situs Budaya Prasasti Panumbangan I Di Blitar

0 414

Prasasti Panumbangan I

Di area situs Cagar Budaya Gapura Plumbangan tepatnya di desa Plumbangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar di temukan Prasasti Panumbangan I, dinamakan sedemikian karena prasasti ini tak hanya terdapat satu melainkan ada prasasti yang kedua yaitu Prasasti Panumbangan II (Petung Ombo) yang sekarang berada di Pendopo Kabupaten Blitar. Prasasti Panumbangn I ini terbuat dari batu andesit dan berbentuk kurawal, prasasti ini juga memiliki ukuran tinggi 78 cm dengan lebar atas 120 dan lebar bawahnya 90 cm serta ukuran tebal 26 cm. Pada bagian bawah prasasti ini terdapat pula ornamen Padmasana dengan ukiran tinggi 35 cm dengan ukuran panjang 90 cm.

Pada hasil pembacaan dari OJO (LXIX : 159), di ketahui bahwa prasasti ini memiliki angka tahun 1062 saka namun kemudian di koreksi oleh Damais (EEI IV) menjadi 1042 saka setara dengan masa Raja Bameswara. Menurut Witasari (2011 : 27), jika prasasti Panumbangan dibandingkan dengan prasasti Raja Bameswara sebelumnya yaitu prasasti Padlegan I (1038 Saka), maka angka tahun tahun1062 saka terlalu jauh untuk rentang waktu raja mengeluarkan prasasti. Perlu diketahui raja setelahnya yaitu Raja Jayabahaya memerintah rentang waktu 1057 – 1066 saka. Jadi sangat dimungkinkan angka tahun prasasti Panumbangan adalah 1042 saka, yang dimana raja Bameswara yang mempunyai candrakapalalancana ini masih memerintah (1038 – 1056 Saka).

Prasasti ini juga termasuk prasasti sima yang isinya adalah penetapan kembali desa Panumbangan sebagai desa sima oleh Sri Bameswara yang tertulis di prasasti ini ia memiliki gelar crï maharaja rake sirikan crï paramecwara sakalabhuwanatustikarananiwaryyawïryya parakrama digjayottunggadewa. Pada prasasti ini juga di sebutkan juga para rama  lima duwan i panumbangan i dalm thani mendapatkan hak hak istimewanya. Rahmawati (2002 : 39-41) menambahkan beberapa hak-hak istimewa yang terdapat Prasasti Panumbangan I diantaranya adalah dapat memiliki tempat tempat duduk kayu yang di Bubut, dapat memiliki rumbai-rumbai dari suatu jenis kain halus/bananten ditepian altar rumah, dapat memiliki lesung kuning, dapat memiliki balai-balai, dapat memiliki rumah berlantai, dengan balai-balai dan juga dapat memperistri pelayan atau budak.

Source Situs Budaya Prasasti Panumbangan I
Comments
Loading...