Prasasti Pananjakan (Walandit)

0 17

Prasasti Pananjakan (Walandit)

Pada tahun 1880 seorang wanita petani secara kebetulan menemukan sebuah lempengan perunggu di daerah Penanjakan, Desa Wonokitri, Pasuruan daerah Tengger. Kini lempengan itu disimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris E28, dikenal sebagai Prasasti Walandit, berasal dari nama desa yang disebut lempengan perunggu itu. Prasasti Walandit yang hanya satu lempeng ini, pada kedua sisinya tergurat lima baris tulisan Jawa kuno. Lempengan prasasti berukuran 29,5 x 7,5 cm dan sebagian besar hurufnya masih baik. Hanya pada baris kelima, huruf-hurufnya sudah aus sehingga sulit dibaca. Prasasti Walandit merupakan prasasti tinulad (salinan) dari prasasti terdahulu, yang dikeluarkan oleh Sri Paduka Bhatara Hyang Wekas ing Suka (nama lain dari Hayam Wuruk).

Piagam ini memperingati dua peristiwa. Pertama, terjadi tahun 1303 Saka atau 1381 Masehi, dalam hubungannya dengan larangan menagih titileman (iuran untuk upacara ritual) di desa keramat atau terlarang Walandit dan sekitarnya. Tidak seorang pun diperbolehkan memungut pajak di sana. Alasannya penduduk Desa Walandit sejak dulu dikenal sebagai tempat pemukiman para hulun Hyang yang bebas dari segala bentuk pajak karena kesuciannya. Ini adalah keputusan raja Hayam Wuruk sendiri.

Kedua, terjadi tahun 1327 Saka bulan Asada (21 Juni 1405) ketika penduduk Desa Walandit dibuatkan sebuah piagam perunggu untuk mengukuhkan perintah Bhatara Hyang Wekas ing Suka, gelar anumerta raja Hayam Wuruk.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/957/prasasti-pananjakan-walandit/
Comments
Loading...