Prasasti Pallah Kediri

0 225

Di sebelah selatan Candi Induk Kompleks Candi Penataran terdapat prasasti yaitu prasasti Pallah. Di beri nama Prasasti Pallah karena prasasti ini merujuk nama yang sama. Di ketahui bahwa prasasti  ini di buat dengan batu andesit dan memiliki bentuk stella yang memiliki ukuran tinggi 160 cm, dengan lebar atas 97 cm dan lebar bawah 82 cm, dan memiliki tebal 26 cm. Prasasti ini juga memiliki lapik tinggi 32 cm, dan panjang 104 cm serta lebar 65 cm. Prasasti ini di ketahui pula memiliki angka tahun 1119 Saka atau 1197 M atau setara dengan tahun pada masa pemerintahan Raja Kertajaya dari Kediri.

Nama pallah adalah nama bangunan suci yang sekarang menjadi kompleks cadi penataran. Berita tertua mengenai keberadaan prasasti ini tulis oleh Raffles dalam History of Java. Raffles menemukan prasasti ini bersamaan dengan temuanya yaitu kompleks candi penataran. Prasasti Palah bertuliskan pada linggopala (prasasti batu) dan diresmikan dengan  upacara pratisha (Lutfi, 1991 : 20). Pada prasasti ini bagian tengah atas terdapat sebuah lancana dengan obyek kotak yang jika di lihat menonjol pada bagian tengah. Obyek kotak ini merupakan salah satu jenis  lancana Raja Kertajaya yaitu Srngalacana. Srngalacana identik dengan tanduk tanduk paling jelas dapat dilihat di Prasasti  Sapu Anin (1112 Saka).

Tulisan yang di gunakan pada prasasti ini adalah Jawa Kuno, dan di pahat pada ketiga sisinya. Prasasti ini juga pernah di baca oleh JLA Brandes lalu kemudian di terbitkan oleh NJ Krom dalam OJO No. LXXIV Hal, 177. Kemudian penelitian lanjutan di lakukan oleh Ismail Lutfi pada tahun 199. Inti pokok / isi dari prasasti ini adalah penetapan sima oleh Raja Kertajaya yang di gunakan sebagai sarana menjaga dan memelihara keberlangsungan peribadatan di tempat suci bagi Paduka Bhatara Palah. Kini tempat suci bagi Paduka Bhatara Palah dikenal dengan nama Kompleks Candi Palah (Candi Penataran).

Pada prasasti terdapat bukti bukti penyebab di bangungnya Candi Pallah. Menurut Ismail Lutfi ( 1991 : 75 ), terdapat dua landasan pembangunan Kompleks Candi Penataran berdasarkan Prasasti Pallah. Yang pertama berdasarkan keagamaan  yaitu untuk pemujaan atau menyembah dewa gunung, kemudian yang kedua berdasarkan hukum, keberadaan prasasti palah yang masih in situ justru semakin memberi arti legalnya pembangunan kembali candi pallah di atas tanah bekas berdirinya candi palah yang pertama.

Source Prasasti Pallah Kediri Prasasti Pallah
Comments
Loading...