Prasasti Pada Fragmen Relief Suddhamala Candi Sukuh

0 55

Prasasti Pada Fragmen Relief Suddhamala Candi Sukuh

Tiga angka tahun dipahatkan pula di pintu gerbang I, nilai ke – tiga nilai angka tahun tersebut sengkalan memet, yakni pembuatan angka tahun pada suatu bangunan biasanya menandai adanya suatu aktivitas yang terkait proses pendirian bangunan yang bersangkutan, seperti yang terjadi di kompleks candi sukuh.

Di kompleks candi ini, ada angka-angka tahun di beberapa bagian bangunan, satu di antaranya adalah di pintu gerbang I. Tampaknya angka tahun itu merupakan tanda bahwa pintu gerbang selesai di bangun pada tahun 1359 Ç  = 1437 M. Penanda suatu peristiwa berbentuk prasasti di kompleks candi sukuh banyak ditemukan di halaman III, baik berupa Prasasti pendek maupun panjang.

Salah satu prasasti di halaman III itu adalah pahatan pada relief tentang Ceritera Çudhamala. Pada saat ini relief tersebut ditempatkan di bagian utara halaman III, pada penggalan kisah Bhima saat sedang membunuh raksasa, terdapat prasasti lengkap dengan angka tahun, dipahat pada sudut kiri atas. Prasasti itu terdiri atas tiga baris berhuruf dan berbahasa Jawa Kuno. Bunyi prasasti itu adalah sebagai berikut, Padamel rikang buku tirta sunya 1361.

Kondisi prasasti saat ini masih tampak jelas, hanya beberapa tanda vokal sudah kabur, misalnya wulu (i) pada kata rikang, dan suku (u) pada kata surya. Bunyi prasasti buku tirta surya. Surya menarik untuk dicermati, terutama bila dikaitkan dengan adanya adegan yang merupakan penggalan ceritera Garudeya dan Çudhamala yang juga ada di candi ini.

Kedua ceritera ini berisi ceritera tentang ruwatan atau pembebasan, dengan demikian, tirta sunya tentu terkait dengan ruwatan atau pembebasan, karena tirta artinya air, sedangkan surya artinya hilang atau lenyap. Atas dasar arti kata-kata itu, maka tirta sunya diartikan air untuk menghilangkan noda. Kata yang menimbulkan silang pendapat adalah “buku”.

Menurut Martha A.Marusses, kata buku tirta sunya harus dibaca bukutirtha sunya, dan diterjemahkan sebagai dit is sangebracht op omhemeng van badplaats met de khuizenaly in 1361. Namun, pada kenyataan di Kompleks Candi Sukuh belum ditemukan kolam atau pemandian. Dengan demikian buku tirta sunya tidak selalu berupa kolam atau pemandian. Pendapat lain manyatakan bahwa yang dimaksud buku tirta surya adalah relief yang mengandung ceritera Çudhamala itu sendiri. Akan tetapi perlu di ingat bahwa relief itu bukan hanya relief semata, tetapi mengandung makna.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/prasasti-pada-fragmen-relief-suddhamala/
Comments
Loading...