situsbudaya.id

Prasasti Mŗwak Madiun

0 23

Lokasi Prasasti Mŗwak

Prasasti Mŗwak ditemukan di Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.

Prasasti Mŗwak

Prasasti Mŗwak bertarik 1108 Çaka atau 1186 M, dengan menggunakan aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti ini terbuat dari batuan andesit (upala praśasti) dan berbentuk blok dengan variasi berpuncak setengah lingkaran dengan tinggi 84 cm, lebar 60 cm (atas) dan 45 cm (bawah), bagian bawahnya berbentuk bunga padma. Prasasti Mŗwak merupakan prasasti in situ, yang keberadaannya masih berada di tempat di mana prasasti tersebut ditemukan, terletak di bagian belakang kuburan dengan diberi cungkup.

Secara toponimi, keletakan Desa Mruwak di mana prasasti Mŗwak ini sesuai dengan isi dari prasasti Mŗwak yang menyebutkan bahwa terdapat sungai besar di sebelah barat laut dan terdapat gunung di sebelah Desa Mruwak di mana pada saat prasasti Mŗwak ini ditulis, Desa Mruwak dipindahkan ke tempat yang mendekati gunung. Sungai tersebut sampai sekarang masih ada, di mana penduduk setempat menyebutnya dengan “Kali Catur” dan gunung yang dimaksud dalam prasasti Mŗwak adalah Gunung Wilis yang letaknya tidak jauh dari Desa Mruwak.

Menurut Machi Suhadi dan Richadiana (1996), penelitian terhadap prasasti Mŗwak ini dimulai pada tahun 1980 yang merupakan rangkaian penelitian epigrafi di wilayah Provinsi Jawa Timur yang berlangsung secara bertahap pada tahun 1989 (Tahap I) dan tahun 1985 (Tahap II). Penelitian epigrafi Jawa Timur 1980 sebenarnya merupakan kelanjutan dari penelitian epigrafi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada tahun 1980.

Dalam pembacaan sepintas, prasasti ini menyebutkan nama prasasti, unsur penanggalan, dan selanjutnya adalah penyebutan nama raja yang mengeluarkan prasasti, yaitu Śrī Jayaprabhu yang kemudian dilanjutkan dengan nama-nama pejabat yang menerima perintah dari raja.

Lalu bagian selanjutnya adalah keterangan hasil pajak sebelumnya serta sebab-sebab dikeluarkan prasasti. Penyebutan tugas dan kewajiban penduduk yang menerima sīma tidak bisa dijelaskan karena pada bagian in aksaranya sudah sangat aus sehingga tidak terbaca lagi. Kemudian juga disebutkan kutukan bagi siapa saja yang melanggar ketentuan yang ditetapkan dalam prasasti.

Source http://kekunaan.blogspot.co.id/ http://kekunaan.blogspot.co.id/2014/04/prasasti-mrwak.html
Comments
Loading...