Prasasti Mataji, Nganjuk Jawa Timur

0 231

Prasasti Mataji

Prasasti yang merupakan salah satu dari empat prasasti yang di temukan di Desa Bangle, Kec. Lengkong, Kab. Nganjuk, Provinsi Jawa Timur yakni Prasasti Mataji, untuk saat ini prasasti ini masih berada di tempat penemuannya dulu, yaitu tepatnya di area hutan jati yang terletak di salah satu bukit / masyarakat menyebutnya Gunung Sili. Prasasti Mataji memiliki angka tahun 973 Caka atau setara dengan tahun 1051 M, Prasasti Mataji di tulis dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno pada masa Airlangga dan dengan gaya penulisan yang berbeda, yaitu berupa bentuk dasar persegi tegak, dan tidak condong ke arah kanan, serta pada beberapa aksara masih di jumpai kuncir yang di kenal pada masa Airlangga dan masih dipertahankan hingga masa Kediri.

Prasasti ini termasuk prasasti yang berbentuk stella yang memiliki puncak lancip, dan seperti pada umumnya prasasti yang tersebar di Jawa Timur. Di ketahui prasasti ini terbuat dari batu gamping yang memiliki tinggi 130 cm, dengan lebar atas 105 cm dan lebar bawah 92 cm, serta memiliki ketebalan 44 cm. Pada lebar puncaknya berukuran 67 cm dan memiliki ketinggian dari bahu hingga dasar yaitu 84 cm dan lebar bahunya 38 cm. Dan pada umumnya prasasti batu, prasasti Mataji hanya terdiri dari atas satu batu, dan berbeda dengan prasasti yang terbuat dari emas, perak, atau tembaga yang terdiriatas beberapa lempeng sehingga harus jelas jumlah dan lempengnya.

Śrī Mahārajyetêndrakara Wuryyawīryya Parakramā Bhakta dan Śrī Mahārajyetêndra Paladewa adalah gelar seorang raja yang telah mengeluarkan prasasti Mataji ini. Konon, Raja Jitêndra memberikan anugerah sīma gaňjaran kepada penduduk desa Mātaji dengan perantaraan (sopana) Sang Hadyan dan disaksikan oleh para Tandha Rakryan riŋ Pakirakiran. Kemudian Anugrah ini di berikan pada penduduk desa Mataji, karena mereka selalu menolong raja saat sedang menghadapi musuhnya. Sangat di sayangkan, pada prasasti ini sudah tidak ada informasi mengenai unsur – unsur lain yang di jumpai pada prasasti sima tidak di ketahui karena tulisan pada prasasti ini sudah aus.

Sedangkan  berdasarkan toponimi, desa Mataji di duga merupakan desa yang terletak di daerah perbatasan Kerajaan Jenggala dan Panjalu, sehingga di desa ini sering terjadi peperangan antara kedua belah pihak. Pada prasasti ini juga mengatakan bahwa sering adanya perang di desa Mataji. Kerajaan Airlangga memiliki pecahan setalah di bagi menjadi dua dengan kerajaan Jenggala, salah satunya yaitu Penjalu. Prasasti Mātaji merupakan prasasti pertama yang memuat informasi mengenai keberadaan Kerajaan Panjalu setelah peristiwa pembagian kerajaan oleh Airlangga. Selain itu prasasti ini juga memuat informasi peristiwa yang kerap terjadi di kerajaan Penjalu saat itu dan nama raja beserta gelar lengkapnya.

Source Prasasti Mataji Kekunaan
Comments
Loading...