Prasasti Mangulihi (Peninggalan Arkeologi di Pereng Wukir Susundara-Sumving)

0 32

Prasasti Mangulihi (Peninggalan Arkeologi di Pereng Wukir Susundara-Sumving)

“Mangulihi” merupakan nama sebuah desa yang ditetapkan menjadi sima pada prasasti yang ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa Kuno tersebut. Prasasti ini unik karena dalam sebuah batu terdapat tiga prasasti, yaitu prasasti Mangulihi A (bagian depan), Mangulihi B (bagian belakang), dan Mangulihi C (pada bagian bawah Mangulihi B).

Mangulihi A terdiri atas 28 baris kalimat, berisi penetapan sebuah sima oleh Sang Wka…di Mangulihi pada tahun 786 Saka / 864 Maseih. Hadir sebagai saksi adalah pendeta dari desa Hawang, Tiruan, Guru Pawang, Bihatu, dan dari desa yang lain. Terdapat dua pejabat di dalam prasasti tersebut, yaitu parujar (pembicara dalam upacara penetapan sima) dan likhita (penulis prasasti di atas daun lontar).

Mangulihi B terdiri atas 11 baris kalimat yang berisi peristiwa pemindahan tanah perdikan atas sebuah bangunan suci untuk menghormati leluhur (Dharma Pitamaha). Alasan pemindahan tersebut tidak jelas karena sebagian aksara telah aus. Penetapan tersebut dipimpin oleh Dang Hyang Guru Bhu… dihadiri para saksi, antara lain pendeta dari desa Pangiribwan, Malayu bernama Siwanarayana, pendeta bernama Sadasiwa, pendeta dari desa Tiruan, Hawang dan Kunang.Prasasti tersebut mungkin berhubungan dengan salah satu candi yang ada di Kawasan Dieng, berdasarkan pada masa pendirian candi-candi di kawasan tersebut pada abad VIII-IX Masehi. Tahun yang terdapat dalam prasasti berada pada masa kekuasaan Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala (855-885 Masehi).

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/prasasti-mangulihi-peninggalan-arkeologi-di-pereng-wukir-susundara-sumving/
Comments
Loading...