Prasasti Kedukan Bukit

0 2.558

Lokasi Ditemukan Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Kedukan Bukit ditemukan tanggal 29 November 1920 oleh M. Batenburg di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, lebih tepatnya di tepi Sungai Tatang yang mengalir ke Sungai Musi.

Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Kedukan Bukit ini memiliki ukuran 45 cm x 80 cm memakai bahasa Melayu Kuno dan aksara Pallawa. Isi dari  Prasasti ini menceritakan tentang seorang utusan Kerajaan Sriwijaya yakni Dapunta Hyang yang mengadakan Sidhayarta atau perjalanan suci memakai perahu. Dalam perjalanan tersebut, ia didampingi dengan 2000 pasukan dan berhasil menaklukan beberapa daerah lainnya dan prasasti tersebut kini juga tersimpan di Museum Nasional Jakarta.

Di baris ke-8 prasasti ini ada unsur tanggal, akan tetapi pada bagian akhir sudah hilang yang seharusnya diisi dengan bulan. Berdasarkan dari data fragmen prasasti No. D.161 yang ditemukan pada situs Telaga Batu, J.G de Casparis serta M. Boechari diisi dengan nama bulan Asada sehingga penangalan prasasti tersebut menjadi lengkap yakni hari e-5 paro terang bulan Asada yang bertepatan dengan tanggal 16 Juni 682 Masehi. George Cœdès berpendapat jika siddhayatra memiliki arti ramuan bertuah namun juga bisa diartikan lain. Dari kamus Jawa Kuno Zoetmulder tahun 1995 berarti sukses dalam perjalanan dan bisa disimpulkan jika isi prasasti adalah Sri Baginda yang naik sampan untuk melaksanakan penyerangan sudah sukses melakukan perjalanan tersebut.

Dari Prasasti Kedukan Bukit ini diperoleh data yakni Dapunta Hyang yang berangkat dari Minanga lalu menaklukan kawasan dimana ditemukan prasasti tersebut yakni Sungai Musi, Sumatera Selatan. Dengan kemiripan bunyi, maka ada juga yang beranggapan jika Minanga Tamwan merupakan Minangkabau yaitu eilayah pegunungan di hulu Sungai Batanghari. Sebagian lagi berpendapat jika Minanga tidak sama seperti Melayu dan kedua wilayah tersebut berhasil ditaklukan oleh Dapunta Hyang. Sedangkan Soekmono beranggapan jika Minanga Tamwan berarti pertemuan 2 sungai sebab tawan memiliki arti temuan yaitu pertemuan dari Sungai Kampar Kanan dengan Sungai Kampar Kiri di Riau yang merupakan wilayah di sekitar Candi Muara Tikus.

Source Prasasti Kedukan Bukit Kerajaan Sriwijaya
Comments
Loading...