Prasasti Jeru-Jeru

0 42

Prasasti Jeru-Jeru

Prasasti Jeru-Jeru ditemukan di daerah Singosari, Kabupaten Malang, sempat pula dipindahkan ke Banyubiru. Di beberapa literatur menyebutkan dengan nama Prasasti Singasari IV. Keadaan prasasti cukup bagus tetapi beberapa aksaranya sudah aus sehingga beberapa hurufnya agak sulit dibaca. Prasasti Jeru-Jeru sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta dengan No. Inventaris D. 70.

Prasasti Jeru-Jeru menyebutkan bahwa pada bulan Bhadrawada tanggal 11 Krsnapaksa tahun 852 Saka (26 Mei 930 M) Rakryān Hujung memohon kepada raja Pu Sindok agar diperkenankan menetapkan Desa Jeru-Jeru yang merupakan anak Desa Linggasutan yang masuk wilayah Rakryān Hujung sendiri, menjadi wakaf berupa sawah bagi bangunan suci Rakryān Hujung, yaitu Sang Śāla di Himad. Permohonan itu dikabulkan raja. Nama Rakryan adalah Pu Mawura, tetapi Brandes kesulitan menentukan antara wu dan du. Jika diganti du maka kita mendapatkan nama yang sama seperti di Prasasti Gulung-Gulung yaitu Pu Madura. Untuk lebih lengkapnya terdapat di Tiga Prasasti Batu Jaman Raja Sindok karya Trigangga.

Pada saat ini terdapat Desa Jeru di Kecamatan Tumpang yang mungkin dapat disamakan dengan Desa Jeru-Jeru yang terdapat di dalam prasasti. Ada juga nama tempat bernama Tugaran yang diduga sekarang adalah Tegaron, yang sekarang merupakan sebuah dusun di Kelurahan Lesanpuro, tidak jauh dari Gunung Buring, Kota Malang. Suatu nama tempat bernama Pangawan juga diduga sekarang sebagai Dusun Begawan, di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/2854/prasasti-jeru-jeru/
Comments
Loading...