Prasasti Jaring Blitar

0 288

Prasasti Jaring Blitar

Sampai sekarang prasasti dari batu andesit berbentuk kurawal itu masih ada, di Dukuh Jaring, Desa Kembang Arum, Kecamatan  Sutojayan, Kab. Blitar. Thomas Raffles adalah penemu dari prasasti Jaring, ia menemukannya pada saat mengunjungi hutan  di daerah Lodaya.Disebutkan bahwa prasasti ini memiliki tinggi 170 cm, dengan lebar atas 92 cm dan lebar bawah 72 cm serta memiliki ketebalan 43 cm. Menurut juru pelihara bentuk prasasti ini dalam kondisi miring, hal ini di sebabkan karena di duga prasasti ini pernah di coba untuk di rubuhkan. Pada prasasti ini, penulisannya menggunakan bahasa dan aksara Jawa Kuno, dan sedangkan alih aksaranya dapat di lihat di OJO No. LXXI dan LPE No. 47. Di ketahui juga bahwa prasasti ini juga memiliki angka tanhun 1103 Caka atau setara dengan 19 November 1181 M.

Sri Kroncaryyadipa Handabhuwanamalaka Parakramani Anindita Digjayotunggadewanama Sri  Gandra merupakan gelar dari Raja Gandra dari kerajaan Kediri, beliau adalah seseorang yang telah mengeluarkan prasasti ini. Prasasti ini merupakan satu satunya titah Raja Gandra yang telah di temukan sampai saat ini.

Dapat di ketahui pula pada prasasti ini berisi tentang pemberian anugrah sima kepada penduduk Desa Jaring, ini merupakan balas budi karena mereka telah menujukan kebaktian kepada raja dengan melawan musuh (Boechari, 2012 : 17). Sedangkan itu selain dalam SNI (2010:290-291), pada prasasti ini juga memuat keterangan tentang penduduk di desa Jaring tua dan Jaring muda yang telah menghadap raja dngan perantara Senapati Sarwwajala / Panglima Angkatan Laut, Sang Apanji A. Memberitahukan bahwa mereka telah memperoleh anugtah dari raja yang terdahulu yang belum terkabulkan. Dan akhirnya melalui pengabdian serta pertaruhan jiwa raga untuk memerangi musuh raja, permohonan itu akhirnya dikabulkan.

Source Prasasti Jaring Blitar Prasasti Jaring
Comments
Loading...