Prasasti Astana Gede Kawali Jawa Barat

0 278

Sebagi destinasi wisata budaya dan wisata sejarah, situs ini merupakan kawasan yang menarik untuk dikunjungi. Saat ini sisa-sisa peninggalan kejayaan Kerajaan Galuh pada abad ke-14 Masehi bisa dilihat di Situs Astana Gede Kawali.  Beberapa tinggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir dan 11 buah makam. Situs Astana Gede Kawali terletak di Dusun Indrayasa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sejarah Situs Astana Gede Kawali

Konon situs dinamakan Astana Gede karena terdapat sebuah makam yang ukurannya besar, panjang sekali dan berbeda dengan makam-makam lain pada umumnya. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam dan gede berarti besar.

Namun ada juga yang berpendapat karena Situs Astana Gede merupakan tempat dimakamkannya orang-orang besar, atau dalam bahasa Sunda disebut gegeden. Makam tersebut diduga adalah makam Pangeran Usman, yang memerintah pada 1592 – 1643 M. Beliau sudah memeluk agama Islam yang merupakan keturunan dari Kesultanan Cirebon.

Situs ini juga merupakan obyek ilmu pengetahuan. Banyak tinggalan budaya masa lampau yang sudah diteliti oleh para ilmuwan seperti ahli arkeologi, ahli filologi sejarawan. Mereka datang untuk meneliti mulai dari jenis batu-batuan, tulisan dan bahasanya, atau temuan-temuan lain yang berhasil digali terutama oleh para ahli arkeologi. Penelitian di Astana Gede mulai dilakukan pada zaman Belanda, tetapi lebih menitikberatkan pada prasasti. 

Orang Eropa yang pertama kali tertarik pada prasasti di Situs Kawali ini adalah Thomas Stamford Raffles (1811-1816), terbukti dia menyebut dalam bukunya History of Java. Namun, prasasti itu baru dibaca secara serius oleh Friederich pada tahun 1855. Selanjutnya berturut-turut  K.F. Holle pada tahun 1867 dan  J Noorduijn pada tahun 1988. Dua orang filolog Indonesia yang juga membaca ulang prasasti ini adalah Saleh Danasasmita (1984) dan Atja (1990). Prasasti ke-enam ditemukan tahun 1995 oleh Juru Pelihara Astana Gede bernama Sopar. Salah satu dari prasasti tersebut bertuliskan “Mahayuna Ayuna Kadatuan” yang dijadikan sebagai motto juang Kabupaten Ciamis.

Source Astana Gede Jawa Barat
Comments
Loading...