situsbudaya.id

Pondok Pesantren Salafiyyah Seblak Tebuireng

0 66

Pondok Pesantren Salafiyyah Seblak

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Seblak (selanjutnya disingkat Pondok Seblak) berdiri di atas tanah seluas 8500 m2, berlokasi di dusun Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sekitar 500 m. kearah barat Tebuireng. Pendirinya, K.H. Ma’shum Ali, adalah menantu pasangan Kiai Hasyim Asy’ari-Nyai Nafiqoh, yang dinikahkan dengan putri pertamanya yang bernama Khoiriyah Hasyim. Kiai Ma’shum berasal dari Maskumambang, Gresik.

Pada awal pernikahannya, Kiai Ma’shum dan Nyai Khoiriyah tinggal bersama mertuanya di Tebuireng (ndalem kesepuhan). Kiai Ma’shum ikut membantu sang mertua mengajar. Beliau pernah tercatat sebagai kepala sekolah pertama Madrasah Tebuireng. Setelah kelahiran putra pertamanya, pasangan ini mulai merintis tempat tinggal sendiri dengan membeli tanah di dusun Seblak (tahun 1926). Dipilihnya dusun Seblak karena dekat dengan Tebuireng, sehingga Kiai Ma’shum tetap bisa mengajar di sana. Pasangan Kiai Ma’shum-Nyai Khoiriyah memperoleh 6 putra dan putri. Namun lima orang meninggal sewaktu kecil, dan tinggal dua orang putri bernama Abidah dan Jamilah.

Pada awalnya, para santri yang mondok di Seblak adalah mereka yang punya minat mempelajari ilmu Falak. Jumlahnya tidak banyak. Pada masa itu, ilmu falak memang belum diajarkan di pesantren-pesantren, termasuk di Pesantren Tebuireng. Tak heran bila di kemudian hari, Pondok Seblak terkenal sebagai pondok ilmu falak. Kiai Ma’shum Ali dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada tanggal 27 Ramadhan 1351 H (1933 M.),. Pondok Seblak berduka. Kepemimpinan Pondok Seblak selanjutnya diteruskan oleh K.H. Mahfudz Anwar, menantu Kiai Ma’shum yang menikah dengan putri pertamanya, Nyai Abidah Ma’shum.

Kiai Mahfudz bukan hanya melanjutkan kepengasuhan pesantren, tapi juga menguasai dan meneruskan tradisi ilmu Falak. Beliau memang santri binaan khusus Kiai Ma’shum. Kiai Mahfudz juga terkenal ahli Tafsir dan Hadits, yang dulu pernah berguru kepada Kiai Hasyim. Beliau sering berperan penting menentukan awal Ramadlan atau Idul Fitri. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Lajnah Falakiyah PBNU.

Pada permulaan tahun 1940an, di bawah kepemimpinan Kiai Mahfudz Anwar, Pondok Seblak berencana membangun Madrasah Banat. Yaitu lembaga pedidikan formal tingkat ibtidaiyah khusus putri. Karena saat itu santri putri hanya belajar secara klasikal di ndalem. Sayangnya, rencana tersebut terhambat oleh kondisi Negara yang masih dalam masa penjajahan.

Bangunan pertamanya diresmikan pada tahun 1949. Satu tahun kemudian, Madrasah Banat berhasil meluluskan angkatan pertamanya. Untuk menampung lulusan tersebut, atas desakan masyarakat, Kiai Mahfudz kemudian mendirikan Madrasah Muallimat (1950), lembaga pendidikan tingkat menangah pertama khusus putri. Karena besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putrinya di dua lembaga tersebut, maka pada tahun yang sama didirikanlah Pondok Putri Seblak dengan pengasuh Nyai Abidah Ma’shum.

Ternyata perkembangan pondok putri lebih pesat daripada pondok putra, sehingga Pondok Seblak lebih dikenal sebagai pondok putri. Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.

Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.

Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.

Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.

Source http://jawatimuran.net/ http://jawatimuran.net/2015/07/29/pondok-pesantren-salafiyyah-seblak/
Comments
Loading...