Pilboks Jepang Sasak Pasaman Barat

0 9

Pilboks Jepang Sasak

Keberadaan Bangunan pertahanan Jepang/bunker di Nagari Sasak tidak terlepas dari posisi strategis daerah di Pantai Barat Sumatera pada masa lalu, mulai dari Kerajaan Indrapura, Belanda, Jepang dan hingga kini. Bunker Sasak dinamakan demikian dasar wilayah administrasi (nagari) tempat dinamakan bunker berada. Bunker Sasak merupakan tinggalan dari masa Pendudukan Jepang di Pasaman Barat. Masa pendudukan Jepang belangsung dari tahun 1942-1945. Benteng pertahanan Jepang manggung merupakan benteng pertahanan Jepang untuk mengantisipasi serangan dari laut. Posisinya yang sangat dekat dari laut menempatkan benteng di Sasak ini mempunyai posisi yang strategis baik dari sisi pertahanan dan juga sebagai bangunan pengintai.

Bunker Sasak merupakan bangunan pertahanan dan bangunan pengintai yang dibuat pada Masa Pendudukan Jepang di Sumatera Barat. Posisi bunker berada ditepi laut, dengan vegetasi berupa pohon kepala, palem, dan vegetasi semak di tepi pantai lainnya. Pada awalnya bangunan bunker Sasak ini memiliki ukuran panjang lebih dari 5 m, namun kondisi bunker saat ini sudah hancur menjadi dua bagian. Hancurnya bunker Sasak secara posisi persis berada di bibir pantai, dengan laut 52 yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Laut yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, memiliki arus, ombak yang kuat ke tepi pantai, sehingga terpisahnya sepertiga bagian bunker sangat mungkin akibat dari hal tersebut.

Bunker yang masih insitu pada bagian atasnya tetutup oleh tanah dan rerumputan. Secara morfologi, bunker Sasak berdenah persegi panjang, dengan panjang 5 m , lebar 4,5 m. Pintu masuk bunker Sasak berjumlah 2 buah dengan posisi pintu di sisi utara bangunan. Pintu masuk berada di sisi yang berseberangan dengan lubang intaian. Ukuran pintu masuk yang masih terlihat tinggi 118 cm, lebar 82 cm, tebal 75 cm. Pada sisi timur terdapat lobang pengintap dengan ukuran yang kecil panjang 30 cm, lebar 35 cm, dan tebal 25 cm. Terdapat lubang-lubang kecil untuk mengintai dan menembak di bagian yang menghadap ke arah laut. Bunker Sasak terbuat dari beton bertulang yang tebal dan keras, terbuki dari terlihatnya rangka besi pada bagian dinding bunker yang telah terkelupas.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Pasaman-Barat.pdf
Comments
Loading...