Phak Khak Liang

0 39

Phak Khak Liang

Pulau Bangka merupakan daerah pertambangan timah terbesar di Indonesia. Hampir seluruh daerahnya menyimpan bijih timah, baik di darat maupun dilautan. Salah satu kawasan pertambangan terbesar yang di produksi oleh PT. Timah. Tbk adalah kawasan Pha Khak Liang di daerah kampung Kusam, Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Seperti kawasan lain yang sudah tidak berproduksi lagi, kawasan Pha Khak Liang pun meninggalkan lobang besar yang dipenuhi air seperti danau dengan kedalaman beragam, hingga mencapai puluhan meter yang oleh warga setempat disebut ‘Kolong’. PT. Timah biasanya mereklamasi kawasan tersebut dengan menanami pohon akasia.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, beberapa putra Belinyu berfikir untuk memanfaatkan lokasi eks tambang tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk dunia pariwisata. Akhirnya mereka bermufakat untuk membuat sebuah taman dengan basis danau (kolong) dengan arsitektur bangunan bernuansa China, karena banyak dari mereka merupakan keturunan etnis China. Ide tersebut terrealisasi pada sekitar tahun 1990 an.

Pada mulanya, Pha Khak Liang belum dikenal sebagai tempat wisata, bahkan oleh masyarakat kota Belinyu sendiri. Jalan menuju kawasan tersebut masih berupa jalan setapak yang becek di musim hujan dengan rawa – rawa dikiri kanannya.

Diawali dengan cerita dari mulut ke mulut, akhirnya semakin banyaklah masyarakat Belinyu yang mengunjungi kawasan tersebut dengan menggunakan motor, lama kelamaan, jalan diperlebar, perkampungan semakin bertumbuh dan kendaraan roda 4 pun semakin banyak yang masuk ke wilayah tersebut. Wisatawan nusantara pun semakin banyak yang mengenal taman wisata Pha Khak Liang setelah beberapa media local dan nasional memuat berita mengenai Taman wisata tersebut.

Memasuki kawasan tersebut kita disambut oleh gerbang naga sebelum mencapai tempat parkir. Setelah memarkirkan kendaraan, jalan masuk diarahkan menuju kelenteng yang disampingnya terdapat sebuah patung Kuda Putih yang disebut sebagai Dewa Penolong. Kemudian didepan kelenteng terdapat tangga turunan untuk mencapai sumur yang dipercaya oleh masyarakat tionghoa sebagai sumur keberuntungan. Tepat di depan sumur, terdapat jalan zigzag di atas kolam ikan yang mengarah ke gazebo ditengah danau.

Pengunjung dapat memilih bersantai di gazebo atau melihat ikan – ikan yang berenang seraya menanti makanan yang biasanya dilemparkan oleh pengunjung. Di sebelah kiri terdapat bangunan dengan aliran air sungai buatan. Menyusuri jembatan diatas aliran sungai buatan tersebut, pengunjung diarahkan menuju pagoda yang di bangun di atas bukit. Untuk mencapai pagoda yang dinamakan menara petir itu, pengunjung harus menaiki tangga yang jumlahnya mencapai belasan anak tangga. Sementara bagi umat muslim yang hendak sholat, di dekat gerbang masuk terdapat musholla kecil.

Perjalanan menuju taman wisata ini dapat ditempuh selama ± 2 jam dari bandara Depati Amir. Jarak tempuh dari Sungailiat, Ibukota Kabupaten Bangka ± 56 km dan dari Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ± 87 km, menuju ke arah utara. Jalan menuju lokasi ini ada 2 jalur, yaitu sebelum memasuki kota Belinyu dan melewati kantor Camat Belinyu di Jalan Mayor Syafrie Rahman.

Apabila telah memasuki wilayah kecamatan Belinyu, kita melewati kampung Shinchong, Desa Gunung Muda. sebelum gerbang kota Belinyu, ada pertigaan ke sebelah kiri dengan gapura serta papan nama penunjuk lokasi menuju Taman Wista Pha Khak Liang. Lokasi Taman tersenut dapat ditemui setelah menempuh perjalanan sejauh ± 3 km masuk ke dalam melalui jalan tanah hingga mencapai gapura bergaya arsitektur china dengan variasi warna merah, hijau dan kuning.

Jika menempuh perjalanan melalui Kantor Camat, kurang lebih 2 km melalui jalan kampung Kusam, seperti juga jalur yang pertama, jalan ini juga belum di aspal, masih berupa tanah merah hingga ke lokasi taman wisata.

Source http://visitbangkabelitung.com http://visitbangkabelitung.com/content/phak-khak-liang
Comments
Loading...