Petilasan Jendral Soedirman di Kecamatan Dongko Trenggalek

0 127

Petilasan Jendral Soedirman di Kecamatan Dongko Trenggalek

Agresi militer kedua yang di lancarkan oleh Belanda di kota Yogjakarta pada tahun 1948 memaksa sang Jendar besar untuk turun langsung ke tiap kotak kotak perlawanan yang berada di berbagai daerah guna memberi komando dan juga semangat untuk melakukan perlawanan dengan cara bergerilya.

Gerilya merupakan strategi perang yang di lakukan secara sembunyi sembunyi, penuh kecepatan, akurat dan di lakukan dalam skala atau kelompok kecil. Taktik perang ini ternyata cukup efektif diterapka di Indonesia pada waktu itu, terbukti dengan semakin seringnya pihak belanda pada waktu itu meminta kepada Ir Soekarno agar membujuk Jendral Soedirman berhenti melakuka aksi perang gerilyanya.

Siapa yang sangka jika kota kecil yang berada di kawasan pesisir pantai selatan (Trenggalek) pernah menjadi saksi bisu dari rekam jejak perjuangan Jendral Soedirman dalam melakukan perang gerilya. Salah satu kecamatan yang dulu pernah beliau singgahi adalah kecamatan dongko, sebuah kecamatan yang berbatasan dengan Panggul, Kampak, Pule dan juga Karangan.

Mungkin sobat pembaca pernah mendengar sepintas soal persinggahan Jendral Soedirman yang ada di desa Bodag Kec. Panggul, namun pada kali ini saya akan mengulas petilasan lain yang ada di Kec. Dongko berdasarkan sumber sejarah yang telah ada di masyarakat.

Petilasan ( Tempat yang pernah didiami oleh orang penting) kali ini berupa sebuah rumah warga yang sudah mulai nampak lusuh, meskipun sudah tidak menyerupai bangunan aslinya namun beberapa jejak sejarah masih bisa di cium di lokasi ini.

Menurut cerita yang beredar Pak Dirman pernah singgah dilokasi ini meskipun tidak sampai berhari hari lamanya, karena harus segera melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya yakni desa Bodag. Di lokasi ini Pak Dirman juga menyempatkan diri untuk sholat dan juga mandi di sebuah sungai atau belik yang cukup bersih.

Rumah yang kini terlihat lusuh ini memang letakya cukup tersembunyi, berada di gang kecil dan juga posisi rumahnya agak menanjak. Selain itu pada bagian depan rumah juga terdapat sebuah sumur tua yang sudah tidak lagi di fungsikan oleh si pemilik.

Masyrakat sekitar sangat meyakini tokoh yang sempat singgah ini adalah Pak Dirman meskipun dalam setap perjalanannya beliau selalu menggunakan nama samaran lain seperti pak guru atau kiyai dll.

Rumah singgah ini kerap dikunjungi oleh masyarakat yang penasaran atau sekedar ingin tau tentang sejarah dari rute gerilya Pak Dirman. Selain itu beberapa komunitas yang ada di kecamatan Dongko juga sering melakukan napak tilas di lokasi ini untuk mengenang jasa dan juga sebagai sarana belajar sejarah agar generasi berikutnya menjadi paham dan tau akan sejarah yang ada di daerahnya.

Source http://www.jejaknoe.net http://www.jejaknoe.net/2018/05/petilasan-jendral-soedirman-di.html
Comments
Loading...