Pesantren Wali Songo Poso

0 28

Pesantren Wali Songo Poso

Pondok Pesantren Wali Songo merupakan bangunan bersejarah yang sulit dilupakan, terutama bagi umat Islam di wilayah Poso. Bagaimana tidak? Bangunan ini menjadi saksi bisu saat meletusnya konflik periode 1998 – 2000. Kala itu, ada ribuan Muslim Poso dibantai di bangunan pondok pesantren ini.

Para santri, kiyai dan warga Desa Kilo Sembilan (Siwagilemba) dieksekusi satu per satu. Mereka ditebas batang lehernya dan dihanyutkan di Kali Poso oleh pasukan kongkoli (milisi kristen Poso).

Bangunan Masjid pun tinggal puing reruntuhan. Gedung pondok pesantren pun telah hancur dibakar pasukan kongkoli.

Kini, Pondok Pesantren Wali Songo Poso yang terletak di Desa Kilo Sembilan (Siwagilemba) Kecamatan Lage Kabupaten Poso, sudah mulai dibangun kembali.

Pengurus Pondok Pesantren Wali Songo, Ustadz Muhktar yang juga bertugas sebagai koordinator pembangunan Pondok Pesantren Wali Songo Poso mengatakan bahwa proyek pembangunan ini murni dari bantuan donatur Yayasan Wali Songo yang berada di Palu dan masyarakat Poso.

“Alhamdulillah, ini langkah awal yang baik. Saat ini kita baru mampu membangun gedung serbaguna. Insya Allah ke depan kita akan bangun gedung kelas untuk belajar dan masjid, tergantung dukungan dan donasi dari masyakarat. Kami mohon dukungan dan doanya, insyaAllah ini bisa terlaksana,” ungkap Ustadz Muhktar kepada Kiblat.net, belum lama ini.

Ditanya mengenai sejauh mana bantuan dari pemerintah untuk merenovasi pembagunan pondok pesantren Wali Songo Poso, Ustadz Muhtar mengatakan belum mendapat dana untuk proyek pembangunan ini. Hanya saja ada sejumlah aparat TNI yang membantu dalam bentuk tenaga.

“Khusus untuk renovasi dan pembangunan kembali Pondok Pesantren Wali Songo ini kami belum mendapatkan sepeser pun dana dari pemerintah. Ini semua masih murni dari donatur kita mas, yang membantu baru TNI dari kesatuan Kodim 1307 Poso,” ungkap ustadz Mukhtar.

Berdasarkan pantauan Kiblat.net di lapangan, para pekerja yang membangun gedung pondok pesantren Wali Songo ini sebagian besar adalah para santri yang ditugaskan khusus dari Yayasan Panti Asuhan Wali Songo Palu, serta sejumlah alumni. Mereka ditugaskan untuk mengabdi kepada pondok.

Fadli, salah satu alumni Pondok Pesantren Wali Songo Palu mengaku ditugaskan ke Poso untuk mengabdi dengan niat beramal sholeh untuk bekerja membangun gedung pondok pesantren.

“Ini pengabdian saya setelah lulus dari Pondok Pesantren Wali Songo Palu. Kapan lagi saya bisa beramal untuk umat supaya satu saat nanti saya bisa mengenang bahwa saya pernah ikut bekerja membangun gedung Pondok Pesantren ini,” ungkap Fadli yang baru pertama kali ini ke Poso.

Sementara itu, menurut Yayo, koordinator lapangan pembangunan Pondok Pesantren Wali Songo Poso mengatakan tenaga pekerja hanya menggunakan para alumni dari Palu, sedangkan kepala tukangnya digaji.

Yayo juga mengatakan bahwa sudah sejak lama masyarakat menginginkan agar pondok pesantren ini segera dibangun kembali. Hanya saja kesempatannya memang baru terlaksana kali ini.

“Masyarakat senang mas, sebenarnya sudah dari dulu kepala desa mendukung agar segera dibangun kembali hanya saja baru terlaksana sekarang ini,” ujar Yayo, yang merupakan saksi hidup pembantaian Pondok Pesantren Wali Songo Poso.

Yayo ialah alumni Pondok Pesantren Wali Songo. Saat pembantaian terjadi, ia masih menjadi santri dan sempat melarikan diri ke hutan akibat dikejar pasukan salibis kongkoli. Yayo juga menambahkan bahwa sejarah kelam kerusuhan Poso khususnya di Pondok Pesantren Wali Songo tak bisa ia lupakan.

“Saya kalau ingat waktu itu sakit rasanya. Makanya bagi saya sejarah masa lalu itu saya jadikan pelajaran namun bukan berarti untuk dilupakan. Sebagai seorang muslim saya tidak akan dendam, (dalam kondisi) perang saja kita harus bersihkan hati dari dendam,” pungkas Yayo.

Source https://www.kiblat.net https://www.kiblat.net/2016/01/07/pesantren-wali-songo-poso-saksi-bisu-pembantaian-umat-islam-kembali-dibangun/
Comments
Loading...