Pesantren Minhajut Thalibin Subang

0 101

Pesantren Minhajut Thalibin Subang

Minhajut Thalibin merupakan pesantren yang berada di Dusun Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tonggak sejarah berdirinya pondok pesantren Minhajut Thalibin bermula dari pengajian ala rumahan tahun 1970 yang dirintis oleh Ust M Romly sebagai guru tunggal pengajian tersebut. Dari tahun ke tahun, jumlah santri yang menimba ilmu kian bertambah banyak. Para santri tersebut bukan hanya dari warga setempat saja melainkan banyak juga yang berasal dari luar kampung.

Dalam perjalanannya, kegiatan pengajian ala rumahan Ust M Romly sering mengalami pasang surut. Bahkan nyaris terhenti akibat kesibukan sang guru untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarga, sehingga kegiatan pengajian sering tertinggal. Maklum pengajian tempo dulu, guru ngaji tidak memungut biaya apapun kepada santrinya. Kala itu, materi pengajian pun hanya belajar membaca alquran dan hafalan surat-surat pendek saja.

Kemudian, pada tahun 1989 seiring pulangnya putra sulung Ust M Romly yakni KH Mahfudz Romly dari Pondok Buntet Pesantren Cirebon, kegiatan pengajian mengalami kemajuan yang signifikan. Selain itu materi pengajian pun ditambah dengan kitab kuning atau kutub al-turats.

Setelah adanya KH Mahfudz Romly, kegiatan pengajian terus berjalan stabil dan mengalami perkembangan. Hal tersebut seiring dengan adanya tambahan pengajar dari saudara-saudaranya yaitu Ust Ade Mahbub Romly, Ust Mujahid Romly, Ust Musta’in Billah Romly, dan Ust Mujib Romly yang pulang menimba ilmu dari berbagai pondok pesantren seperti pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, pesantren Riyadul Al-fiyah Garut, dan pesantren lainnya.

Mengingat para santri yang semakin banyak dan belum adanya tempat pengajian yang memadai, akhirnya tahun 1994 dengan dukungan masyarakat setempat, beliau bisa mendirikan majlis taklim yang di beri nama Minhajut Thalibin.

Dengan adanya majlis taklim Minhajut Thalibin, kegiatan pengajian pun semakin meningkat dan berjalan secara intensif. Sehingga di masa ini mulai dirintislah pengajian salafiyah dengan sistem madrasah atau klasikal ala pondok pesantren.
Perombakan sistem pengajian yang dibawa oleh KH Mahfudz Romly membawa angin segar serta berdampak positif terhadap jumlah santri yang belajar di majlis taklim Minhajut Thalibin. Sehingga saat itu, sudah banyak santri yang berasal dari luar daerah bahkan yang berasal dari luar pulau jawa yaitu Kalimantan.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya santri luar daerah yang mukim di kediaman KH Mahfudz Romly, akhirnya pada tahun 2000 dibangunlah asrama putri Ukuran 15M x 9M x 2 lantai dengan dukungan dari masyarakat sekitar.

Kemudian pada tahun 2002 Majlis Taklim Minhajut Thalibin kembali membangun satu lokal gedung gedung berukuran 17m x 8m x 2 lantai dengan Fasilitas 4 kamar tidur dan 2 ruang kelas. Sejak saat inilah majlis taklim Minhajut Thalibin resmi bermetamorfosis menjadi pondok pesantren.

Dengan perubahan status dari majlis taklim menjadi pondok pesantren, maka sejak saat itu kegiatan pendidikan di Minhajut Thalibin semakin berkembang pesat. Demi memenuhi kepentingan legal formal, akhirnya pondok pesantren Minhajut Thalibin pada tahun 2008 resmi berada di bawah naungan Yayasan Minhajut Thalibin (YAMIN).

Source http://www.laduni.id http://www.laduni.id/post/read/48822/pesantren-minhajut-thalibin-subang.html
Comments
Loading...