Penanda Kawasan Diponegoro Kompleks Elite

0 23

Penanda Kawasan Diponegoro Kompleks Elite

KAWASAN Jalan Diponegoro merupakan kawasan perumahan pertama di Kota Malang. Hal ini diungkapkan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Dwi Cahyono. Ia mengungkapkan beberapa rumah di jalan tersebut memang masih terlihat memiliki tatanan gaya arsitektur zaman kolonial Belanda. Khususnya rumah nomor 8 di Jalan Diponegoro.

Pembangunan rumah di kawasan ini pada tahun 1928 hingga1930-an. Dan memang rumah ini salah satu dari rumah yang berada di komplek perumahan pertama di Kota Malang. Kompleks perumahan elit yang isinya pejabat-pejabat pemerintahan Belanda saja.

Beberapa tahun lalu, rumah tersebut digunakan sebuah perusahaan asuransi. Sejak tahun ini difungsikan menjadi tempat bimbingan belajar. Sebelum menjadi tempat usaha jasa maupun bimbingan belajar tempat ini adalah sebuah rumah dinas pejabat-pejabat Belanda di era 1928-1930- an dulu.

Gaya arsitektur perumahan zaman kolonial Belanda umumnya bergaya niuewe bowen. Wujud umum dari penampilan arsitektur niuwe bouwen ini menurut formalnya berwarna putih, atap datar, menggunakan gevel horizontal dan volume bangunan yang berbentuk kubus dengan desain sederhana, dan tanpa hiasan.

Menurut pantauan, rumah ini memang memiliki ciri tersebut. Salah satu karakteristik niuwe bowen yang masih terlihat adalah banyaknya jendela di tiap ruangan rumah ini.

Karakteristik nieuwe bouwen memang meliputi transparansi, ruang, cahaya dan udara. Hal ini dicapai melalui penggunaan bahan-bahan modern dan metode konstruksi simetris dengan warna putih kerap mendominasi. Meski saat ini bangunan rumah ini telah di cat berwarna ungu, merah muda dan biru.

Kawasan rumah di Jalan Diponegoro ini dulunya memiliki sebutan kawasan sendiri. Yang menandakan jika kawasan ini memang kawasan elit. “Dulu nama perumahan disini namanya didasarkan pada nama-nama ratu. Seperti Elizabeth lalu Wilhemina,” jelas pemilik Rumah Makan Inggil ini.

Karena itu ditengarai rumah di Jalan Diponegoro No 8 itu dihuni oleh salah seorang pejabat penting Belanda. Hanya saja detail terkait sang pemilik rumah belum diketahui hingga sekarang. Pemilihan bangunan rumah tersebut sebagai warisan heritage karena merepresentasikan sejarah dan gaya arsitek pada zamannya. Selain usia bangunan yang memang sudah lebih dari 50 tahun lamanya.

Sementara itu pengelola bangunan rumah kolonial Belanda eks AIA yang saat ini menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Royal Class, Yosep Islamil mengetahui jika rumah yang dijadikan tempat usahanya saat ini adalah peninggalan kolonial Belanda.

Selebihnya lanjut Kepala Cabang LBB Royal Class ini, pihaknya melakukan perawatan dengan tidak membongkar struktur secara signifikan. Yosep mengaku rumah tersebut juga dapat dijadikan sarana edukasi bagi murid-murid bimbelnya tentang sejarah.

Karena tidak sedikit dari anak-anak yang datang menanyakan kenapa rumah tempat lembaga bimbingan belajarnya berbeda dengan gedung kebanyakan. “Iya kadang kita jelaskan. Mereka senang dan suasana belajar di sini juga mendukung karena tenang. Sirkulasi udara sangat lancar karena banyak jendela,” pungkasnya.

Source https://www.malang-post.com https://www.malang-post.com/berita/kota-malang/penanda-kawasan-diponegoro-kompleks-elite
Comments
Loading...