Pemandian Sumber Urip & Sumber Manggis Malang

0 23

Pemandian Sumber Urip & Sumber Manggis

Makam Eyang Djoego dan Eyang RM Iman Soedjono memang menjadi jantung ritual ziarah ke kompleks Gunung Kawi. Namun di luar itu masih terdapat beberapa tempat di sekitar kompleks makam yang kerap didatangi peziarah. Sejumlah tempat tersebut saling berkaitan karena menjadi tempat aktivitas Eyang RM Iman Soedjono semasa hidupnya.

Salah satu di antaranya adalah Pemandian Sumber Urip di Kecamatan Wonosari. Sumber Urip letaknya tidak jauh dari Pesarean Gunung Kawi. Sekitar 500 meter dengan kontur berada di bawah arah timur dari pesarean. Konon, di tempat tersebut Eyang RM Iman Soedjono maupun Eyang Jugo mandi setiap harinya. Sumber air yang mengalir sepanjang tahun itu, berada dekat sungai kecil yang airnya mengalir jernih. Tetapi keberadaan dan fungsi Sumber Urip bukan tempat mandi Eyang RM Iman Soedjono, lebih-lebih Eyang Djoego karena Sumber Urip baru ditemukan pada masa perang kemerdekaan.

Sumber Urip ini semula berada di tengah hutan yang lebat dan sekarang keadaannya sudah cukup baik berkat perbaikan yang dilakukan oleh Henry Ernawar, seorang pengusaha dari Jakarta. Dahulu biasanya masyarakat sekitar mandi di sungai, kebetulan saat itu ada anggota tentara dari kesatuan Depo Batalion (sekarang Resimen Infanteri) mandi di sungai tersebut.

Akhirnya seorang warga bernama Raden Asin Nitiredjo, menemukan Sumber Urip pada tahun 1946. Sumber Urip ini memiliki air yang jernih dan selalu mengalir tidak henti-hentinya sehingga banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat dan bahkan para peziarah yang datang berkunjung untuk mandi, minum atau sekedar mencuci muka. Tempat ini juga memiliki berbagai macam kisah dan ceritera sesuai dengan yang dialami dan dikisahkan oleh para peziarah serta juru kunci.

Kisah Pemandian Sumber Manggis ini tidak lepas dari peran Raden Mas Iman Soedjono dalam membangun perkampungan baru yang kemudian dikenal sebagai Desa Wonosari. Syahdan, saat RM Iman Soedjono seharian berpeluh keringat membuka hutan yang akan dibuat perkampungan, beliau kemudian memilih suatu tempat yang digunakan untuk berwudlu.

Lokasinya berada di tengah hutan dan agak jauh dari rumah Raden Mas Iman Soedjono. Pada waktu itu, konon Raden Mas Iman Soedjono menanam biji manggis di atas mata air tersebut dan karena ia memiliki keahlian dalam bidang tanam menanam, maka tanaman apa saja yang beliau tanam akan segera tumbuh subur. Karena keberadaan tanaman inilah kemudian tempat sumber ini dinamakan oleh masyarakat sekitar dengan Sumber Manggis.

Sumber air ini kemudian dipergunakan untuk sarana kebutuhan hidup yakni untuk mandi, mencuci dan mengambil air wudlu. Bagi orang yang percaya, Sumber Manggis yang memiliki air yang jernih dan segar ini banyak kisah dan ceritera yang dialami oleh para peziarah. Ada yang mengatakan Sumber Manggis ini dapat membuat awet muda bagi yang minum atau mandi dengan air Sumber Mang­gis, dan sebagainya.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/3928/pemandian-sumber-urip-sumber-manggis/
Comments
Loading...