Patung Hamid Rusdi

0 120

Patung Hamid Rusdi

Taman Simpang Balapan di kawasan Jalan Besar Idjen memiliki ikon penting, yakni sosok Patung Hamid Rusdi. Patung pahlawan asli Arek Malang itu berdiri tegak di tengah-tengah taman dikelilingi tanaman bunga.

Hamid Rusdi merupakan seorang pahlawan tiga masa, yaitu masa penjajahan Belanda, Jepang dan Kemerdekaan yang sangat konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia. Pria yang lahir hari Senin Pon tahun 1911 di Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang itu sangat aktif di bidang kepanduan yang tergabung dalam “Pandu Ansor”, dan sekaligus menjadi seorang guru agama sekaligus staf Partai NU. Beberapa tahun kemudian, Hamid Rusdi bekerja di Malang sebagai seorang sopir di penjara Besar Malang (sekarang LP Lowokwaru).

Saat Jepang memasuki kota Malang pada tanggal 8 Maret 1942, mereka mulai memerintahkan membuat barisan Heiho, Seinedan, Keibodan dan Djibakutai dengan tujuan untuk melakukan tekanan fisik pada rakyat. Melihat situasi ini, Hamid Rusdi tak tinggal diam, dan memilih keluar dari pekerjaannya untuk membela nasib rakyat dengan menyusup ke PETA (Pembela Tanah Air) tahun 1943 yang dibentuk atas usul Gatot Mangkupraja dan ditugaskan di Malang dengan pangkat Sudanco (Letnan I).

Selain berlatih militer, Hamid Rusdi juga sibuk mempersiapkan kekuatan laskar rakyat untuk menentang pasukan Jepang. Malam hari tanggal 3 September 1945 saat diumumkan daerah Karesidenan Surabaya masuk wilayah RI, Hamid Roesdi langsung melucuti tentara Jepang di Malang. Hamid Rusdi menjabat sebagai perwira Staf Divisi VII Suropati dengan pangkat Mayor pada tahun 1946, dan bertempat tinggal di Jalan Semeru (sekarang Bank Permata).

Patung Hamid Rusdi sendiri awalnya tidak berada di Taman Simpang Balapan, melainkan diresmikan pada tanggal 10 November 1975 di persimpangan antara Jalan Semeru dan Jalan Arjuna. Karena Kota Malang mendapatkan adipura untuk kelima kalinya, Pemerintah Kota Malang berencana membuat Monumen Adipura di tempat tersebut yang berdiri hingga kini. Sempat dipindahkan ke Taman Rekreasi Sengkaling, Patung Hamid Rusdi kemudian dipindahkan lagi ke Taman Simpang Balapan, hingga kini.

Taman Simpang Balapan diresmikan pada 10 November 1991 oleh Menteri Dalam Negeri di era Presiden Soeharto, yaitu Rudini. Nama Simpang Balapan sendiri diberikan lantaran di sebelah taman tersebut terdapat jalan dengan nama yang sama.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/04/29/patung-hamid-rusdi-ikon-taman-simpang-balapan/
Comments
Loading...