Patirthan Sumber Beji Malang

0 70

Patirthan Sumber Beji

Situs purbakala peninggalan kerajaan Majapahit banyak ditemukan di Kota Batu, membuktikan bahwa di Kota Batu sangat kaya dengan situs purbakala. Salah satunya adalah dengan ditemukannya sumber air di dekat Punden Mbah Beji. Patirthan Sumber Beji tepatnya terletak di Dusun Krajan, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Patirthan peninggalan Majapahit ini berada di tanah kas Desa Beji dan berada di dekat Punden Mbah Beji. Lokasinya berada tepat di tepian jalan desa. Letaknya sedikit agak ke dalam dengan dilindungi oleh rerimbunan pohon beringin. Di sekitarnya ditumbuhi pula pohon berukuran raksasa, seperti pohon beringin, klampok watu, suren dan kenanga.

Patirthan Sumber Beji merupakan patirthan alami yang dilengkapi dengan struktur balok batu dan bata, tetapi kini sisa balok-balok batu tersebut berserakan di tepian badan airnya. Secara sepintas patirthan ini seperti mata air biasa, tetapi banyak batu bata kuno di sekitar mata airnya yang mengalir ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa dan menjadi sumber air untuk warga.

Selain bata yang ada di dinding tepian sumber air, terdapat pula satu balok batu andesit yang menyerupai meja altar. Di pinggir sumber air dekat meja altar terdapat susunan balok batu, yang salah satunya berukuran panjang 51 cm, lebar 37 cm, dan tinggi 33 cm. Sedangkan bata-bata yang tersisa memiliki ukuran panjang 38, lebar 22, dan tebal 18 cm. Mata air keluar dari bawah pohon besar yang sudah tumbang. Menurut masyarakat setempat, Sumber Beji ini digunakan sebagai tempat pemandian bagi para penari tayub sesudah lulus dari pelatihannya.

Kondisi situs sekarang sudah mulai rusak mungkin karena tertimpa tumbangnya pohon besar yang menutupi atau bahkan menghancurkan dinding bata kuno yang dahulu pernah melingkupi kolam airnya. Adanya bangunan baru yang didirikan oleh masyarakat setempat dan tepat di samping lokasi tumbangnya pohon besar juga mempengaruhi keaslian lingkungan sumber tersebut. Di Desa Torongrejo yang berjarak yang berjarak 3 km dari Sumber Beji terdapat konsentrasi bata berukuran besar yang diduga sebagai bekas bangunan kuno masa silam.

Pemanfaatan air Sumber Beji masih berlangsung hingga sekarang dan digunakan untuk keperluan rumah tangga dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum,. Oleh masyarakat Desa Beji, kolam ini dijadikan sebagai salah satu sumber utama. Dalam kesehariannya, air dari sumber ini dialirkan menuju tempat pemandian umum milik warga yang letaknya tidak jauh dari tempat tersebut. Hal itu terlihat dengan adanya pipa-pipa ukuran sedang di bawah Sumber Beji. Selain dialirkan untuk kebutuhan air di pemandian umum, warga melarang aktivitas apapun dilakukan di kolam ini.

Menurut dugaan dari tim arkeologi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, saat meninjau lokasi, Sumber Beji merupakan kolam peninggalan Kerajaan Majapahit. Diyakini sumber air tersebut dahulu menghadap ke barat dan timur. Di tempat ini juga ditemukan struktur dinding kolam yang terbuat dari batu bata kuno. Diperkirakan sumber air ini dulu merupakan sebuah patirthan yang berbentuk persegi panjang. Di bawah pohon juga ditemukan ada struktur dinding kolam yang makin ke bawah semakin padat.

Patirthan Sumber Beji dihubungkan dengan peninggalan masa Kerajaan Majapahit didasarkan keadaan fisik bangunan patirthan, seluruhnya menggunakan bahan material batu bata. Pasalnya, pada masa Majapahit umumnya menggunakan batu bata untuk berbagai bangunan karena terdapat filosofi kehidupan. Batu bata dibuat dari tanah, air dan api yang menunjukkan tiga unsur kehidupan. Selain itu, diduga tidak jauh dari patirthan ini terdapat sebuah bangunan lain atau juga merupakan sebuah tempat peribadatan seperti candi. Karena bentuk patirthan ini hampir mirip dengan Patirthan Watugede yang ada di Singosari.

Menurut rencana, BP3 dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu akan melakukan penggalian di tempat ini. Tujuannya untuk mengupas seluruh sisi kolam, hingga tampak struktur bangunannya. Kemudian akan direkonstruksi hingga bentuk patirthan terlihat. Lokasi patirthan berada di Dusun Krajan, konon karena masyarakat meyakini bahwa dahulu pernah ada kerajaan berdiri di tempat ini. Karena patirthan yang selama ini airnya digunakan untuk mengaliri tempat pemandian umum warga, maka sudah seharusnya situs patirthan ini benar-benar dilindungi. Tujuannya agar tidak ada kerusakan yang malah merugikan situs tersebut.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/5319/patirthan-sumber-beji/
Comments
Loading...