Pabrik Kuno Perkebunan PT Glenmore di Banyuwangi

0 146

Pabrik Kuno Perkebunan PT Glenmore di Banyuwangi

Satu unit kepala mesin uap lansiran Lincoln Ruston Proctor berdiri kokoh di muka pabrik pengolahan karet, kopi, dan coklat. Alat angkut lawas berkelir hijau lumut itu ditopang empat roda besi. Pabrik yang berdiri pada 1928 itu, dahulu memanfaatkan mesin uap buatan Inggris untuk mendukung operasional pengolahan hasil bumi masyarakat di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Mesin ini berfungsi mengangkut hasil bumi dari kebun ke lokasi pabrik. Kini mesin uap Lincoln Ruston Proctor sudah puluhan tahun sebagai saksi bisu atas kejayaan Perkebunan PT Glenmore di masa lalu. Pantauan Cendana News, pabrik seluas 3 hektare itu sangat asri. Pelancong bisa menikmati corak arsitektur Belanda sekaligus area taman pabrik di tengah hawa sejuk.

Maklum, lokasi pabrik kebetulan berdiri di bawah kaki Gunung Raung. Pengelola menanam sejumlah pohon durian di taman pabrik. “Banyak turis asing yang berkunjung ke sini. Mereka biasanya lihat-lihat kondisi pabrik,” ujar salah satu karyawan Perkebunan PT Glenmore, Warno.

Pelancong asing asal Jerman dan Belanda kerap berkunjung ke lokasi pabrik yang terletak di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore itu. Mereka ingin bernostalgia melihat gedung-gedung lawas peninggalan zaman penjajahan Belanda. Menurut Warno, pengelola pabrik mengutip duit karcis sebesar Rp 25 ribu per orang untuk paket wisata susur pabrik.

Pengelola pabrik membawa pelancong melihat setiap sudut pabrik yang masih mempertahankan arsitektur tempo dulu. Selain itu, kata Warno, pengelola menyiapkan minuman kopi dan teh yang bahan bakunya berasal dari perkebunan sekitar. “Turis bisa melihat-lihat pengolahan karet dan perkebunan di area pabrik. Barusan ada 12 turis asal Jerman,” ujar Warno.

Menurut Warno, musim turis biasanya bulan Juli dan Agustus saban tahun. Turis-turis ini bermalam di hotel-hotel yang berdiri di sekitar Kecamatan Glenmore atau Kalibaru. Pihak hotel sudah menyiapkan guide alias pemandu wisata untuk menyusuri setiap destinasi bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda yang tersebar di kedua kecamatan itu.

Pria yang bekerja sejak tahun 1990 itu mengatakan, perkebunan PT Glenmore membawahi area perkebunan seluas 1.300 hektare. Menurut dia, perkebunan PT Glemore mengolah karet setengah jadi, biji kopi, cengkeh, dan kayu-kayuan hasil budidaya. Manajemen sengaja mempertahankan keaslian bangunan pabrik sebagai daya pikat wisata bangunan kuno.

Cukup mudah menjangkau lokasi pabrik perkebunan PT Glenmore. Anda bisa turun di Stasiun Glenmore bila menggunakan jasa kereta api kelas ekonomi rute Surabaya-Banyuwangi. Dari stasiun, jasa ojek yang biasa mangkal di stasiun siap mengantarkan pelancong ke lokasi pabrik. Tarif ojek dari stasiun ke lokasi pabrik biasanya dibanderol Rp 15-20 ribu sekali antar.

Adapun bila menggunakan angkutan umum bus yang melintasi jalan provinsi ruas Jember-Banyuwangi, Anda mesti berhenti di simpang tiga Kecamatan Glenmore atau Pasar Glenmore. Dari titik ini, Anda bisa menyewa jasa ojek menuju lokasi. Selain ojek, jenis angkutan umum lain kebetulan belum tersedia.

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2017/01/wisata-pabrik-kuno-perkebunan-pt-glenmore-di-banyuwangi.html
Comments
Loading...