Pababaran Trunojoyo

0 236

Pababaran Trunojoyo

Situs sejarah ini terletak di Kelurahan Rongtengah, Kec. Sampang, ditempuh ± 200 m dari pusat kota. Obyek wisata ini berupa petilasan tempat lahirnya Pahlawan Trunojoyo yang didalamnya terdapat tempat untuk menanamkan ari-ari Pahlawan Trunojoyo.
Nila Prawata atau dikenal dengan Pengeran Trunojoyo adalah putra Demang Malay Kusuma yang dilahirkan di kampung Pababaran Sampang. Demang Malaya Kusuma adalah putra pangeran Tjakraningrat I atau saudara muda Raden Undakan dengan gelar pangeran Tjakaningrat II.
Ketika Nila Prawatan atau Pangeran Trunojoyo berumur 7 tahun karena telah dituduh telah berbuat jahat kepada Amangkurat I Mataram, Demang Mala Kusuma bersama istri dan dua putri nya dihukum mati. Setelah keluarganya terbunuh, Pangeran Trunojoyo nasibnya tidak menentu dan menjadi buruan kerajaan Mataram. Bahkan tanpa alasan yang jelas Pangeran Trunojoyo diancam oleh pamannya Tjakranigrat II untuk dibunuh. Pangeran Trunojoyo selamat dari hukuman mati karena masih kanak kanak dan masih mendapat perlindungan dari ulama Mataram bernama Pangeran Kajoran
Melihat pemerintahan Mataram dibawah kepemimpinan Amangkurat I yang kurang bijaksana, Adipati Anom Putra Amangkurat I meninggal dunia, Adipati Anom dengan gelar Amangkurat II dinobatkan sebagai raja Mataram. Untuk memadamkan perlawanan Pangeran Trunojoyo Amangkurat II meminta bantuan kepada Belanda
Walaupun Amangkurat II dibantu tentara Belanda, usaha memadamkan perlawanan penembahan Trunojoyo selalu gagal. Selanjutnya Amangkurat II mengeluarkan Pangeran Tjakraningrat II dari tahanan. Dengan bantuan pangeran Tjakranigrat II dan kapten Speelman Belanda, Pangeran Trunojoyo dapat ditangkap di daerah gunung Kelud. Sebagai Pahalawan asli Sampang sampai sekarang belum ada refrensi dimana jasad pangeran Trunojoyo dikebumikan.
Source https://sampangkabmuseumjatim.wordpress.com https://sampangkabmuseumjatim.wordpress.com/2014/08/26/pababaran-trunojoyo/
Comments
Loading...