NIMEF, Pabrik Di Malang yang Pernah Mencetak Uang Republik Indonesia

0 121

NIMEF, Pabrik Di Malang yang Pernah Mencetak Uang Republik Indonesia

Malang pernah punya sebuah percetakan yang cukup besar di masa Belanda. Percetakan yang terletak di Kendalpayak, Pakisaji itu bernama Nederlands Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF). Prestasi terbesar NIMEF dalam sejarah negeri ini adalah mencetak Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).

ORI adalah uang kertas pertama yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia selepas merdeka dari Belanda. Kelahirannya memang untuk menggantikan uang Hindia Belanda. Keinginan pemerintah mengeluarkan ORI bukannya tanpa masalah, sebab ORI yang direncanakan di Jakarta ternyata tidak bisa dikeluarkan secara mulus mengingat Pemerintahan Indonesia ‘sementara’ pindah ke Yogyakarta.

Namun, ORI yang akan digunakan sebagai lambang persatuan tetap harus dicetak. Karena itu kemudian setelah diresmikan pada 24 Oktober 1945 oleh Menteri Keuangan A.A Maramis. Pemerintah memberikan tugas kepada Serikat Buruh Percetakan G. Kolff di Jakarta untuk melakukan peninjauan ke daerah untuk melakukan pencetakan uang.

Selain Jakarta, satu-satunya tempat yang bisa mencetak karena punya mesin yang modern adalah sebuah pabrik industri di Malang yang dinamakan NIMEF. Keadaan yang pemerintah menugaskan RAS Winarno dan Joenet Ramli untuk menangani percetakan di Malang.

NIMEF yang juga merupakan pabrik Belanda punya mesin cetak yang modern di masanya. Mesin itu itu salah satunya adalah mesin potong seybold precision buatan Amerika. Mesin mempunyai tenaga penggerak motor listrik dengan kapasitas daya 1 KW. Ukuran kertas yang dapat dipotong oleh mesin ini, maksimal berukuran 500 x 900 mm.

Fungsi mesin ini adalah memotong uang kertas yang sudah ada simbol ORI-nya. NIMEF tidak lama mencetak uang karena kemudian mesin-mesin percetakan uangnya dibawa ke Yogyakarta dan digunakan mencetak disana.

ORI yang juga disebut uang putih akhirnya benar-benar diterbitkan pada tahun itu dan menjadi simbol perlawanan uang merah milik Belanda. Pada saat itu pecahan dari ORI adalah 1, 5, 10 dan 50 sen. Kemudian disusul pecahan 1, 5, 10, 100 rupiah.

Di sisi lain, NIMEF sendiri terbakar saat agresi militer Belanda 1947. Pabrik yang juga berkembang menjadi pabrik kaleng hingga percetakan logam itu kabarnya sudah pindah ke Malang dengan nama baru yaitu NV Pancasona tidak lama setelah agresi.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/03/26/nimef-pabrik-malang-pernah-mencetak-uang-republik-indonesia/
Comments
Loading...