Dalem Roesradi Widjojosawarno Surakarta

0 137

Lokasi Dalem Roesradi Widjojosawarno

Dalem ini terletak di Jalan Empu Sedah No. 8 RT. 01 RW. 02 Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Lokasi ndalem ini berada di sebelah barat Batik Keris Nonongan, atau sekitar 200 m sebelah timur Ginza Salon.

Sejarah Dalem Roesradi Widjojosawarno

Dulu, Rumah atau ndalem ini dikenal dengan Dalem Mloyosetiko, seorang abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta bagian karawitan. Mloyosetiko dikenal sebagai seorang seniman priyayi yang menemukan notasi yang terbuat dari rantai yang kemudian dikenal dengan notasi rantai. Notasi rantai merupakan salah satu notasi gamelan yang turut berperan penting di bidang kesenian, karena gamelan kini dikenal di dunia internasional. Notasi tersebut mampu berfungsi untuk mendokumentasikan suatu irama lagu atau gending Jawa.

Setelah Mloyosetiko tiada, dalem ini kemudian ditempati oleh keluarga dari Mloyosetiko. Salah satu putri dari Mloyosetiko menikah dengan Roesradi Widjojosawarno, seorang pemilik olahraga. Kantornya dulu masih berada di Pamedan, Mangkunegaran. Roesradi Widjojosawarno berasal dari Sondakan, Laweyan. Masa kecilnya berada di rumah di depan Lumbung Batik, yang sekarang menjadi BRI Unit Laweyan.

                   Pendopo Roesradi Widjojosawarno

Lingkungan Sondakan yang terkenal akan seni batiknya, menempa Roesradi Widjojosawarno mahir dalam melukis foto pakai pensil dan membuat pola-pola lukis batik. Kemahirannya ini yang mengantarkan Roesradi Widjojosawarno dipercaya untuk membuat Wayang Wahyu. Wayang Wahyu adalah wayang yang penggambaran tokoh-tokohnya dan alur ceriteranya diambil dari Alkitab, baik dari Perjanjian Lama maupun Baru. Bahan dasar figur tokoh yang ada di Wayang Wahyu awalnya tidak terbuat dari kulit tetapi dari karton.

Keahlian dan prestasi yang dimiliki oleh Roesradi Widjojosawarno ini, menyebabkan dirinya juga cukup dikenal oleh masyarakat. Meski bermula dari seorang seniman lukis, namun Roesradi Widjojosawarno tidak canggung untuk menetap di Kampung Kemlayan yang dikenal sebagai Kampung Seniman itu, yang notabene seniman tari dan karawitan.

Sekarang, bangunan joglo yang yang didominasi warna hijau dan coklat ini sering menjadi tempat latihan tari yang diselenggarakan oleh Sanggar Tari Pamungkas yang dulu diprakarsai oleh S. Ngaliman, seorang abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta bidang tari, empu tari ISI Surakarta sekaligus pemrakarsa perkumpulan kesenian masyarakat Kemlayan.

Source Dalem Roesradi Surakarta
Comments
Loading...