Ndalem Puspodiningratan Yogyakarta

0 39

Ndalem Puspodiningratan Yogyakarta

Ndalem Puspodiningratan terletak di Jalan Mayjen Sutoyo No. 60, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. nDalem Puspodiningratan di bangun pada tahun 1917 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VII, kemudian diberikan kepada Putri beliau GKR Bendara II yang menikah dengan KRT Puspadiningrat. Dalam pernikahan tersebut lahir putra satu – satunya yang diberi nama RM Kidatiyun yang di kemudian hari di beri gelar nama seperti ayahnya (Nunggak Semi/Nglorot Asma) yaitu KRT Puspadiningrat. nDalem Puspadiningratan saat ini sering digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan dalam hal ini kegiatan Kampung seperti kegiatan kesenian dan peringgatan 17 an Agustus, selain itu juga untuk kegiatan rutin pertemuan Organisasi Tosan Aji Pametri Wiji dan untuk pertemuan rutin Khaul Sri Sultan HB VII yang diadakan oleh Paguyuban Saptawandawa Trah HB VII setiap hari kamis malam Jumat Kliwon.

Bangunan ini merupakan bangunan tradisional seperti nDalem – nDalem yang lain, untuk memasuki halaman utama nDalem, dari jalan raya kemudian melewati Ngledekan (jalan masuk) kemudian melewati regol dengan bentuk atap limasan dan terdapat ruang untuk berjaga. Memasuki halaman utama tampak terlihat bangunan paviliun, bangunan-bangunan magersari dan bangunan utama ndalem Puspadiningratan. Terdapat seketeng atau pintu kecil yang ada di samping barat dan timur nDalem, pintu ini untuk memasuki dari halaman depan ke halaman belakang nDalem.

Di sisi timur ndalem bagian dalam terdapat bangunan gandok timur yang memanjang utara selatan, yang saat ini di huni oleh magersari. Bangunan Utama nDalem Puspadiningratan, pada bagian depan terdapat kuncungan untuk pemberhentian kendaraan (kereta pada saat itu), bagian pendopo dan pringgitan menyatu, untuk masuk ke area nDalem Ageng dari Pringgitan melalui banyak pintu yang menggunakan pintu angin. Bagian nDalem Ageng ini lantainya sudah keramik tetapi bagian senthong tengah masih sangat komplit pesareyan dan loro blonyonya (patung pengantin). Emper barat digunakan sebagai ruang keluarga, dan emper barat bagian luar di gunakan sebagai dapur. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dengan keputusan menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Nomor PM.89/PM.007/MKP/2011

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/ndalem-puspodiningratan/
Comments
Loading...