Musholla Mbeji

0 19

Musholla mbeji

Musholla mbeji, (orang jawa bilang dengan istilah “Langgar/surau” sebutan orang Minangkabau) sekilas nampak biasa-biasa saja, tidak ada yang begitu istimewa dengan bangunan tempat ibadah satu ini. Tapi bila diperhatikan seksama ” langgar” yang berada di tengah perkampungan RT 05 RW 02 ( kampung Mbeji ) Desa Sendangagung ternyata mempunyai bentuk “arsitektur khas “ dengan atap bersusun limas dengan sendang kecil disampingya yang biasanya sebagai tempat wudlu zaman dahulu. Bentuk atap berbetuk limas seperti ini banyak dijumpai pada gaya masjid/”surau/ langgar” yang dibangun oleh para wali tanah Jawa yang diadopsi dari arsitektur tempat ibadah ummat Hindu.

Betul memang, “langgar” sederhana ini ternyata mempunyai jejak rekam historis berkaitan dengan Sunan Sendang. Keberadaanya lebih dahulu berdiri dibandingkan dengan masjid Kasunanan Sendang, hal tersebut bisa ditelusuri dari cerita sejarah Sunan Sendang, bahwa Sunan Sendang pernah “ nyantri “ pada Abdul Wahab pasca berpindahnya R.Noer Rohmat kecil / Sunan Sendang dari Kadipaten Sedayu ( Sedayu Lawas) bersama Ibunya ke Pedukuhan Amintunon.

Konon Abdul Wahab hadir di tengah-tengah masyarakat yang waktu masih memeluk agama Hindu-Budha begitu kuat. Sayangnya kita tidak mampu mengungkap informasi yang jelas tentang asal-usul Abdul Wahab ini. Yang jelas, ketokohan Abdul Wahab menjadi catatan tersendiri bagi Islamisasi masyarakat sekitar sebelum kehadiran R.Noer Rohmat. Yang makamnya berada di barat musholla, tepat dibelakang pengimaman ( penempatan makam seperti ini biasanya isyarat bahwa orang yang dikebumikan adalah tokoh besar yang menjadi panutan masyarakat ).

Dalam “ Sejarah Sunan Sendang “ disebutkan bahwa Sang Sunan pernah berguru pada Mbah Mbeji / Abdul Wahab, mulai dari ilmu syariat hingga ilmu tasawuf. Hal ini menjadi bukti empirik bahwa Mbah Abdul Wahab lebih tua ” sepuh “ dari Sunan Sendang.

Cerita tentang Abdul Wahab-Sunan Sendang, menjadi data empirik yang tak terbantahkan jika Abdul Wahab termasuk salah satu tokoh penting bagi perjalanan kehidupan Sunan Sendang yang usianya lebih tua. Sayangnya generasi sekarang tidak mampu menggali data lebih tentang sosok Abdul Wahab, seolah-olah tenggelam akan kebesaran Sunan Sendang.

Yang pasti, “langgar”/musholla mbeji ini menjadi saksi bahwa usianya lebih tua dibanding Masjid Sunan Sendang, hubungan Abdul Wahab / Mbah Mbeji – Sunan Sendang adalah keterikatan batin antara Sang Guru dan Murid.

Source http://sendangagung-lamongan.desa.id http://sendangagung-lamongan.desa.id/2016/04/07/langgar-mbeji-saksi-keberadaan-abdul-wahab-pra-kasunanan-sendang/
Comments
Loading...