Museum Sudirman Magelang

0 187

Lokasi Museum Sudirman

Museum ini terletak di Jalan Ade Irma Suryani C.7 Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi museum ini tepat berada di selatan Taman Badaan (Badaan Plein).

Museum Sudirman

Dulu, di daerah Badaan ini dikenal sebagai kawasan perumahan untuk para perwira militer Hindia Belanda di Magelang (Nieuwe Officiers Kampement). Rumah dinas para perwira militer tersebut didirikan pada tahun 1930. Pada masa perang kemerdekaan, salah satu rumah dinas perwira Hindia Belanda tersebut pernah menjadi kediaman Jenderal Sudirman. Sudirman mengawali kariernya sebagai guru di HIS Muhammadiyah Cilacap pada tahun 1930. Kemudian kedatangan Jepang di Tanah Air, menyebabkan Sudirman ikut terpanggil untuk mengangkat senjata dengan bergabung ke dalam Pembela Tanah Air (PETA). Ia pernah diangkat sebagai Daidanco PETA di Kroya.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Sudirman diangkat menjadi Kepala Badan Keamanan Rakyat (BKR) untuk wilayah Karesidenan Banyumas. Pada 5 Oktober 1945, ia diangkat sebagai Kepala Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Banyumas Divisi V Purwokerto dengan pangkat Kolonel. Ia kemudian terpilih menjadi Panglima Besar TKR pada 12 November 1945 berpangkat Jenderal sebagai peletak dasar-dasar moral, mental, serta kepemimpinan dan kepribadian TNI.

Pada Clash II, Sudirman pernah memimpin dalam Pertempuran Ambarawa, dan Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Ia memilih memimpin gerilya dengan keluar masuk hutan, turun naik gunung dan jurang daripada menyerah kepada Belanda. Jenderal Sudirman adalah sosok patriot yang tidak kenal menyerah. Walaupun dalam keadaan sakit dan harus ditandu namun sebagai Panglima Besar, beliau senantiasa menanamkan semangat juang yang tinggi. Ia pernah dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih di Yogyakarta sebelum kemudian beristirahat di Magelang hingga menghembuskan nafas terakhir pada 29 Januari 1950.

Sesuai catatan yang ada di museum ini, Museum Sudirman diresmikan oleh Walikota Magelang pada tahun 1986 dan pengelolaan awalnya dikelola oleh Seksi Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Kota Magelang. Pada tahun 2000, museum ini dikelola oleh Kantor Kebudayaan dan Pariwisata, dan saat ini dikelola oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Magelang

Bangunan Museum Sudirman

Museum yang memiliki luas bangunan 285 m² di atas areal tanah seluas 1.329 m² ini, memiliki beberapa ruangan di bangunan utamanya. Ruang paling depan merupakan ruang tamu yang berisi satu set meja tamu yang dilatarbelakangi riwayat hidup Jenderal Sudirman. Di sebelah kiri, terdapat ruang kerja. Ruang kerja ini merupakan ruang kantor yang digunakan oleh Jenderal Sudirman untuk memegang garis komando gerilya. Bersebelahan dengan ruang kerja, terdapat ruang perawatan yang di dalamnya ada tandu gotongan dari kursi yang dipergunakan untuk bergerilya. Kemudian mengarah ke pintu belakang dari bangunan utama ini terdapat kamar pribadi. Kamar pribadi ini digunakan sebagai kamar tidur, yang di dalamnya terdapat tempat tidur hingga meninggalnya beliau.

Di belakang ruang tamu, terdapat ruang istirahat yang digunakan Jenderal Sudirman untuk bersantai, dan yang terakhir adalah ruang makan yang digunakan untuk makan bersama anak buahnya. Pada ruang tamu, ruang istirahat dan ruang makan banyak terpampang lukisan maupun foto-foto di masa perjuangan beliau serta Magelang tempo dulu.

Setelah bangunan utama, di belakangnya terdapat bangunan penunjang. Bangunan penunjang ini merupakan deretan ruangan yang berada di belakang bangunan utama dan dihubungkan oleh teras penghubung. Dari deretan ruangan tersebut terdiri atas perpustakaan, wisma tamu (dulu merupakan Kamar Soperdjo Roestam, ajudan Jenderal Sudirman), kamar mandi, dan dapur.

Source Museum Sudirman Magelang
Comments
Loading...