Museum Sejarah Nasional Indonesia Jakarta

0 329

Lokasi Museum Sejarah Nasional Indonesia

Museum Sejarah Nasional Indonesia terletak di Jl. Tugu Monas, RT.5/RW.2, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110.

Museum Sejarah Nasional Indonesia

Museum Sejarah Nasional Indonesia lokasinya sangat dekat dengan lift ke puncak Monas, tepatnya 3 meter di bawah permukaan halaman Tugu Monumen Nasional. Ruangannya berbentuk bujur sangkar yang berukuran 80 X 80 meter, dengan lantai, dinding, dan tiang berlapis marmer. Masuk ke area museum terlihat deretan diorama berjumlah 48 buah. Diorama dimulai dengan kehidupan jaman pra-sejarah, berlanjut masa kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, masa penjajahan, masa perjuangan mengusir penjajah, pergerakan nasional Indonesia, pendudukan Jepang, perang kemerdekaan, dan diorama jaman Orde Baru.

Kehidupan masyarakat Indonesia Purba yang hidup antara 3000 – 2000 SM juga ada dioramanya di Museum Sejarah Nasional Indonesia Monas. Peninggalan budaya jaman megalitikum itu tersebar di seluruh Nusantara, seperti Situs Cibalay, Gunung Padang, dan di Pasemah, berupa alat serpih, menhir, dolmen, sarkofagus, kubur batu, punden berundak, dan arca.

Diorama kesibukan Pelabuhan Sriwijaya pada abad 8 – 13 M di Museum Sejarah Nasional Indonesia. Pelabuhan samuderanya menjadi titik simpang jalur utama perdagangan Indonesia – Tiongkok – India yang membuat Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan budaya di Asia dan membawa kemakmuran bagi rakyat dan Dinasti Syailendra. Selanjutnya masa kejayaan kerajaan Jawa lama, ditandai dengan berdirinya Candi Borobudur pada 824 M oleh Raja Samaratungga dari keluarga Syailendra. Borobudur menjadi cermin alam semesta. Pembangunannya menghabiskan hampir dua ribu kaki kubik batu. Di dalamnya terdapat 504 Arca Budha, serta sejumlah 1555 stupa ukuran besar kecil.

Juga ada diorama Pertempuran Sunda Kelapa di Museum Sejarah Nasional Indonesia. Pada 1522 Raja Pajajaran meneken persetujuan dengan Henrique Leme yang memberi hak orang Portugis membangun benteng di Sunda Kelapa. Namun pasukan Fatahillah menyerbu, mengalahkan armada Portugis pada 22 Juni 1527 dan mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Source https://www.thearoengbinangproject.com/ https://www.thearoengbinangproject.com/museum-sejarah-nasional-indonesia/
Comments
Loading...