Museum R. Hamong Wardoyo di Boyolali

0 402

Museum R. Hamong Wardoyo

Museum R. Hamong Wardoyo menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Boyolali. Museum itu dibangun di lahan bekas kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Boyolali, Lokasi museum berada di Jalan Raya Boyolali – Solo, Tegalwire, Mojosongo. Nama R. Hamong Wardoyo diambil dari salah satu nama mantan Bupati Boyolali yakni Bupati ke-sepuluh yang memimpin Boyolali pada Tahun 1947.

Tampak dari luar bangunan museum itu mirip dengan Museum Louvre di Paris, Perancis. Atap museum meng-kerucut berupa panel kaca tembus pandang sehingga bentuk bangunan seperti piramida. Museum ini terdiri dari dua lantai dan semua temboknya dicat warna putih. Di dalam museum ada dua ruang utama berbentuk segi enam dengan tangga penghubung lantai I dan II berbentuk spiral. Jika anda berkunjung ke museum ini, anda akan disajikan isian berupa kereta kencana, meriam, foto-foto mantan bupati dan beberapa pusaka peninggalan Paku Buwono (PB) X dan Arca.

Di lantai I, luas bangunan sekitar 25 meter x 20 meter yang terdiri dari tiga blok. Bagian blok tengah (ruang utama) terdapat koleksi seperti kereta kencana yang dulunya digunakan Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadinigrat, miniatur patung Arjuna Wijaya mengendarai 13 kuda, patung Arjuna dan Sembadra, koin uang kuno pada zaman penjajahan Belanda hingga Jepang yang berjumlah puluhan, sepasang keris, dan tiga guci kuno peninggalan Kerajaan Hindu yang pernah ditemukan di Kemusu, Boyolali.

Di pintu masuk ruang utama lantai I terdapat koleksi patung harimau Sumatra dengan panjang sekitar 160 sentimeter. Bagian blok kedua dengan luas sekitar 2 meter x 1,5 meter diisi koleksi miniatur sapi ndekem. Sementara di blok ketiga terletak di sisi kanan ruang utama terdapat 16 ruang selasar sepanjang 180 sentimeter, lebar 90 sentimeter, dan tinggi 130 sentimeter. Selasar itu masih kosong dan rencananya akan dipasang patung dan benda-benda yang berkaitan dengan Kyai Raden Pandan Arang. Di sepanjang tembok blok ini terdapat foto-foto Bupati Boyolali kedua sampai sekarang.

Di bagian lantai II dengan luas sekitar 30 meter x 20 meter ini hanya terdapat ruang utama dalam kondisi masih kosong. Di ruang ini rencananya akan digunakan khusus pameran. Di atap bangunan, tembok, dan pondasi semuanya menggunakan bahan kayu. Sementara bagian atap luar bangunan museum ditanami tanaman hias.

Pengunjung yang datang ke museum untuk sementara ini hanya bisa datang pada jam kerja. Pada hari Sabtu dan Minggu tutup karena belum adanya petugas yang khusus melayani tamu.

Source Museum R. Hamong Wardoyo koboy
Comments
Loading...