Museum Puro Pakualaman Yogyakarta

0 42

Museum Puro Pakualaman

Dibangun pada tanggal 7 agustus 1884 pada masa pemerintahan Paku alam V, ditandai dengan tulisan berhuruf jawa , wiwara kusuma winayang reksa,  regol ini menjadi symbol pengayoman, keadilan dan kebijaksanaan.

Seperangkat singgasana Pangeran Adipati Praja Paku alaman, terdiri atas dua kursi kebesaran dan sebuah meja bundar berhiaskan ukiran dengan sentuhan warna merah dan kuning keemasan yang merupakan koleksi sangat indah di Museum ini. Selain itu, dipamerkan juga sepasang cempuri, (tempat sirih ), kecohan, sebuah songsong (payung) Tanggul naga, dan seperangkat singgasana.

Koleksi lainnya adalah sebilah keris dengan dapur Tanggung Blambangan dan dua keris berukuran besar ( yang diberi nama kombakarna dan dasamuka ) karya insinyur Belanda. Juga ada berbagai senjata di zaman VOC berbentuk karabin berlaras panjang dan pendek , kaliber besar dan kecil, beserta tempat peluru dan sangkur, serta berbagai senjata tusuk dan tajam yang merupakan koleksi yang membawa kita mengingat pada kekuasaa VOC.

Berbagai busana kelengkapan Puro Pakualaman menjadi bagian koleksi museum juga, antara lain busana prajurit plangkir, abdi dalem, Pangeran Adipati Praja Pakualaman, Permaisuri Pangeran Adipati Praja Pakualaman, dan busana Bedoyo Samgita Hasta. Benda koleksi lain berupa rebab kuno peninggalan Sri Puro Paku Alam VII dan kereta kebesaran untuk upacara resmi keprajaan.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/museum/400
Comments
Loading...