situsbudaya.id

Museum Perjuangan Bogor

0 82

Lokasi Museum Perjuangan

Museum ini terletak di Jalan Merdeka No. 56 Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Museum Perjuangan

Museum Perjuangan Bogor ini dibuka secara resmi pada tanggal 10 November 1957, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, oleh Ibu Kartinah Tubagus Muslihat. Berdasarkan catatan sejarah yang ada, gedung ini dibangun pada awal tahun 1879 untuk tempat tinggal keluarga Belanda. Kemudian pada tanggal 7 Juli 1879, bangunan gedung ini dibeli oleh seorang bernama Wilhelm Gustaff Wissner untuk dijadikan gudang bagi komoditas hasil perkebunan yang ada di Bogor dan sekitarnya untuk selanjutnya dikirim ke Batavia.

Selanjutnya, gedung ini mengalami berbagai peristiwa. Pada awal Juni 1938, gedung ini dijadikan sebagai gedung Persaudaraan “Parindra” Cabang Bogor. Lalu, berubah fungsinya menjadi Kantor Bank Simpan Pinjam, dan lain-lain.

Ketika masa pendudukan Jepang, gedung ini dijadikan gudang oleh tentara Dai Nippon sejak tanggal 9 Maret 1942, dan pada tahun 1945 gedung ini berhasil direbut oleh pejuang Indonesia yang kemudian sejak tanggal 17 Agustus 1945 dijadikan sebagai Kantor Komite Nasional Indonesia, Kantor BP3, Markas Pejuang, Kantor  Perjuangan Dewan Perdjoangan Karesidenan Bogor serta digunakan pula untuk badan perjuangan lainnya, seperti Laskar Rakyat Bambu Runcing oleh para pemuda pejuang ketika itu.

Pada tanggal 13 Februari 1946, gedung ini ditinggalkan oleh para perintis perjuangan, karena pihak tentara Belanda dan Inggris menekan seluruh kegiatan perjuangan dengan berbagai ancaman, karena mereka tahu di gedung tersebut tempat bersarang para pejuang Indonesia.

Pada tanggal 16 Desember 1953, gedung ini dimiliki oleh Umar bin Usman Albawahab dengan surat Eigendom Verponding No. 4016. Umar bin Usman Albawahab adalah seorang pedagang keturunan Arab yang rumahnya berada di sebelah kiri gedung tersebut. Kemudian,  gedung ini sempat dijadikan sebagai balai pertemuan pemuda rakyat. Sebelum diserahkan sepenuhnya oleh Pembantu Utama Pelaksana Kuasa Perang Daerah KMS Bogor kepada Yayasan Museum Perdjoangan Bogor pada tanggal 17 Maret 1958 untuk digunakan setelah SR yang memakainya dialihkan ke tempat lain.

Lalu, atas kebaikan dan keikhlasan Umar bin Usma Albawahab, sang pemilik gedung tersebut, gedung ini dengan persil seluruhnya dihibahkan sepenuhnya kepada Yayasan Museum Perdjoangan Bogor pada tanggal 20 Mei 1958 dengan akte Notaris J.L.L. Wonas di Bogor.

Bangunan Museum Perjuangan

Museum Perjuangan Bogor ini memiliki luas bangunan 515 m² di atas lahan seluas 650 m². Di dalam gedung ini ditopang oleh tiga pilar besar yang menjadi salah satu ciri bangunan kolonial. Lantai pertama berisikan kantor dan benda-benda koleksi seperti senjata-senjata modern, dokumen-dokumen, mata uang, lukisan, dan lain-lain. Sedangkan, lantai dua terdiri dari benda-benda koleksi seperti senjata-senjata tradisional, topi helmet, prasasti/monumen, diorama peristiwa pertempuran, kain/pakaian, dan sebagainya. Di halaman depan museum ini terdapat sebuah taman seluas 10 x 30 meter. Halaman ini berlantaikan ubin dan di tengah-tengah tamannya terdapat sebuah pancuran air.

Source Museum Perjuangan Jawa Barat
Comments
Loading...