Museum Pembela Tanah Air Bogor

0 373

Lokasi Museum Pembela Tanah Air

Museum Pembela Tanah Air terletak di JL. Jend Sudirman 35, Sempur, Bogor Utara – West Java 16154, Pabaton, Central Bogor, Bogor City,  Jawa Barat 16121.

Sejarah Museum Pembela Tanah Air

Gedung Museum Pembela Tanah Air yang difungsikan sebagai museum ini dibangun pada tahun 1745 oleh tentara Knil dengan gaya bangunan Eropa (Inggris). Pembangunan monumen dan Museum PETA (Pembela Tanah Air) atas prakarsa YAPETA (Yayasan Pembela Tanah Air) yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada mantan tentara PETA dan kontribusinya pada pendirian bangsa dan negara ini. Disamping untuk memberikan gambaran perjuangan kemerdekaan Indonesia dan persiapan dalam mengisi kemerdekaan tersebut.

Persiapan pendirian museum dimulai pada tanggal 14 Nopember 1993 dengan peletakan batu pertamanya oleh Wakil Presiden RI, yang juga sesepuh YAPETA, yaitu Bapak Umar Wirahadikusumah. Museum ini sebelumnya membaur dengan komplek zeni. Gedung ini diresmikan sebagai Museum Pembela Tanah Air yang didedikasikan untuk para prajurit PETA pada tanggal 18 Desember 1995 oleh H. M. Soeharto (Presiden RI ke II) juga sebagai mantan Perwira PETA angkatan I.

Koleksi Museum Pembela Tanah Air

Koleksi yang ada di Museum tersebut terdiri atas relief atau monumen (menceritakan awal terbentuknya tentara PETA dan terjadinya pertempuran tentara PETA melawan penjajah), patung, perlengkapan perang, meriam dan senjata lainnya. Monumen yang ada di museum ini berupa patung Soedirman dan Supriyadi. Selain itu, museum PETA memiliki 14 diorama yang menceritakan tentang peristiwa pembentukan tentara. PETA dan beberapa kontribusinya dalam proses pergerakan kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan.

Diorama 1: Kesepakatan tokoh-tokoh Bangsa Indonesia untuk mengupayakan berdirinya tentara PETA (1943)
Diorama 2: Kegiatan latihan di Pusat Pendidikan Perwira Pembela Tanah Air Bogor (1943)
Diorama 3: Pembentukan batalyon-batalyon PETA di daerah Jawa, Madura dan Bali (1944)
Diorama 4: Pemberontakan PETA di Blitar (14 Februari 1945)
Diorama 5: Tipu muslihat Katagiri Butaicho (Jepang) terhadap Syodancho Muradi (15 Februari 1945)
Diorama 6: Peristiwa 16 Agustus 1945 di kompi Pembela Tanah Air (PETA) Rengasdengklok
Diorama 7: Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta
Diorama 8: Badan Keamanan Rakyat (BKR) cikal bakal TNI (22 Agustus 1945)
Diorama 9: Peristiwa rapat raksasa 19 September 1945 di lapangan IKADA, Jakarta
Diorama 10: Peristiwa serbuan Osha Butai Kota Baru oleh Pasukan BKR Yogyakarta (Oktober 1945)
Diorama 11: BKR Malang merintis matra kedirgantaraan dalam pembentukan kekuatan bersenjata Indonesia (Oktober 1945)
Diorama 12: Pemindahan markas angkatan darat Jepang di Jawa Timur ke tangan Bangsa Indonesia (Oktober 1945)
Diorama 13: Ambarawa dan lahirnya hari infantri TNI-AD (Angkatan Darat) (15 Desember 1945)
Diorama 14: Pemilihan panglima besar Tentara Keamanan Rakyat (12 November 1945)

Source Museum Pembela Tanah Air Bogor Bogor
Comments
Loading...