Museum Mpu Purwa Malang

0 865

Lokasi Museum Mpu Purwa Malang

Museum ini terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 210 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi museum ini berada di lingkungan Perumahan Griya Shanta Blok B, yang ancer-ancernya berada di depan SD Insan Amanah, sebelah barat RS Brawijaya, atau sebelah timur Institut Pertanian Malang.

Museum Mpu Purwa Malang

Sejarah mencatat, bahwa pada abad ke-8 Malang pernah menjadi pusat Kerajaan Kanjuruhan, yang merupakan kerajaan pertama di Jawa Timur. Abad selanjutnya Malang menjadi daerah bawahan dari Kerajaan Mataram Kuno yang telah pindah ke Jawa Timur. Abad ke-13 Malang kembali tampil dalam kancah sejarah Jawa, yakni menjadi ibu kota Kerajaan Tumapel. Kerajaan Sengguruh adalah Kerajaan Hindu terakhir di Jawa. Kerajaan Sengguruh berada di kawasan selatan Kota Malang (sekarang di daerah Kepanjen).

Adanya kerajaan-kerajaan tersebut, menjadikan daerah Malang banyak diketemukan peninggalan purbakala berupa arca, prasasti maupun candi. Sejak tahun 1980-an, Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang berusaha mengupayakan tempat untuk menampung temuan benda-benda purbakala tersebut, dikurangi candi.

Untuk penyelamatan dan keamanannya, benda-benda temuan tersebut dititipkan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang berada di Jalan Halmahera. Kemudian dititipkan lagi di Taman Rekreasi Senaputera, dan pada tahun 1997 dititipkan di Rumah Makan Cahyaningrat.

Kondisi ini menyebabkan Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang berencana untuk membangun sebuah balai penyelamatan benda purbakala dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Pada tahun 2000 Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan berinisiatif untuk mengumpulkan semua benda purbakala yang ada di Kota Malang dalam suatu tempat khusus, baik kelompok maupun yang masih tercecer di masing-masing tempat. Pada waktu itu, pilihan tempatnya diarahkan ke Perpustakaan Umum untuk dipakai sebagian ruangannya. Tapi karena sesuatu hal dan berbagai pertimbangan, maka pada tahun 2001 ditetapkanlah gedung bekas SDN Mojolangu 2 Malang sebagai tempat menampung benda-benda purbakala yang penuh sejarah tersebut.

Setelah ditetapkan, bangunan sekolah tersebut dipugar untuk menyesuaikan dari ruang kelas menjadi tempat yang layak sebagai tempat penampungan benda-benda purbakala tersebut. Peresmiannya dilakukan oleh Wali Kota Malang, Peni Suparto, pada 2 Mei 2004 dengan memberikan nama gedung Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa.

Koleksi  Museum Mpu Purwa

Koleksi benda purbakala yang disimpan di Museum Mpu Purwa berasal dari masa pra sejarah hingga masa sejarah, yaitu masa Hindu-Buddha.  Peninggalan yang berasal dari masa pra sejarah berupa batu pelor, batu gores dan batu lumpang. Batu gores ditemukan di bibir Sungai Metro yang berada di wilayah Tlogomas.

Peninggalan lainnya adalah peninggalan yang berasal dari zaman Hindu-Budda. Peninggalan yang dari zaman Hindu-Buddha berasal dari Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari, dan Kerajaan Majapahit.

Peninggalan dari masa Hindu-Buddha berupa prasasti, arca, makara, antefix, kemuncak candi, lingga dan yoni. Koleksi prasasti meliputi prasasti Muncang, prasasti Dinoyo dan Prasasti Kanuruhan. Prasasti Dinoyo ini berasal dari Kerajaan Kanjuruhan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Timur yang berdiri sekitar abad ke-8. Sedangkan, prasasti Kanuruhan adalah prasasti yang terpahat pada sandaran arca Ganesha, yang berangka tahun 856 Saka dan dikeluarkan oleh Rakarayan Kanuruhan Dyah Mungpang.

Peninggalan lainnya adalah arca Ganesha Tikus yang berasal dari Kerajaan Kediri. Arca Ganesha Tikus menjadi peninggalan teristimewa di museum ini dari benda-benda lainnya karena konon arca Ganesha ini hanya terdapat di Museum Mpu Purwa. Ada arca Siwa, Brahma, Durga, dan Bodhisatwa.

Source  Museum Mpu Purwa Jawa Timur
Comments
Loading...