Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner Magelang

0 541

Lokasi Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner

Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner terletak di Jalan Kartini 3, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56411.

Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner

Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner (MMM PAM) mulai ada sejak 23 Juli 1998. Latar belakang (jauh) dari Museum Misi Muntilan, pada awalnya adalah “Refleksi Sejarah Gereja Keuskupan Agung Semarang (KAS) ” yang merupakan salah satu kegiatan untuk merayakan tahun emas (50 th) Gereja KAS tahun 1991. Hasil refleksi tersebut dibukukan dalam buku “Sejarah Singkat Gereja KAS”.

Museum Misi Muntilan muncul dalam dalam arti dimulainya suatu proses mencari-cari suatu bentuk pelayanan yang bias menjadi alternative untuk menjawab berbagai tantangan zaman di Keuskupan Agung Semarang. Kota Muntilan dipilih untuk lokasi karena bermacam-macam alas an, antara lain karena julukan sebagai “Betlehem Van Jawa”.

Gedung Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner (MMM PAM) pada tanggal 14 Desember 2004 diresmikan oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Ignatius Suharyo.

Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner (MMM PAM) adalah karya permuseuman yang menekankan pendalaman dan pengembangan pesan iman untuk kepentingan Pengembangan Gereja Lokal, sehingga Gereja semakin bermakna bagi warganya. Maka para pengunjung hanya akan dilayani kalau mau menyediakan waktu berada di MMM PAM paling tidak selama dua jam.

Bahkan MMM PAM menerima kelompok-kelompok yang mau pendalaman hidup rohani paling tidak selama 5 jam. Tidak sedikit yang dilayani selama sehari-semalam bahkan tiga hari. Pola pelayanan seperti ini pernah menjadi perdebatan ramai, karena museum “kok untuk rekoleksi, retret, dan pelatihan”.

Ternyata kini baru diketahui oleh Tim Kerja MMM PAM bahwa karya permuseuman itu ada dua macam: museograf dan museologi. Moseograf menekankan museum sebagai tempat menyimpan dan memelihara benda-benda koleksi. Museologi menekankan pesan hidup dari benda-benda koleksi untuk didalami dan dikembangkan dalam konteks hidup kongkret demi pengembangan hidup di masa depan.

Tanpa mengesampingkan dimensi moseograf, MMM PAM menekankan dimensi museologi. Ini sesuai dengan gambaran Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. I. Suharyo, untuk membuat MMM PAM sebagai museum hidup. Dalam MMM PAM ada upaya memelihara dan mengembangkan pola misioner rintisan Rama van Lith, S.J. dan teman-temannya yang kemudian dipercayakan kepada kaum pribumi. Maka MMM PAM amat menekankan Bidang Edukasi. Semua fungsionaris MMM PAM, termasuk Bidang Koleksi dan Bidang Konservasi-Preparasi, harus mampu ikut ambil bagian menjadi animator misioner sebagaimana ada dalam Bidang Edukasi.

Source http://wisatadanbudaya.blogspot.co.id/ http://wisatadanbudaya.blogspot.co.id/2009/10/museum-misi-muntilan-pusat-animasi.html
Comments
Loading...