Museum Manusa Yadnya Bali

0 288

Lokasi Museum Manusa Yadnya

Museum Manusa Yadnya terletak di Jl. Ayodya, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80351.

Museum Manusa Yadnya

Museum Manusa Yadnya berlokasi di Mengwi, Badung. Museum ini dibangun tahun 1974 oleh Pemda Tingkat II Badung di wilayah pengawasan Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Museum ini bertujuan melestarikan peralatan dan perlengkapan yang berkaitan dengan upacara Manusa Yadnya, yaitu upacara mengenai proses perjalanan manusia sejak dalam kandungan sampai meninggal.

Museum ini menyimpan aneka perangkat yang digunakan dalam ritual-ritual keagamaan yang disebut panca yadnya. Secara sederhana, panca yadnya dapat diartikan sebagai persembahan suci dalam lima dimensi spiritual Hindu. Panca yadnya mencakup dewa yadnya (pemujaan pada para dewa), pitra yadnya (pemujaan arwah leluhur), manusa yadnya (ritual penyempurnaan manusia), resi yadnya (pemujaan orang-orang suci/maha resi), dan bhuta yadnya (persembahan bagi sarwa bhuta).

Seluruh koleksi yang dimiliki museum ini dipamerkan di dua galeri yang posisinya berada di sisi depan (selatan) dan tengah museum. Galeri di sisi depan baru dibuka pada 2012. Di galeri ini, disimpan koleksi ogoh-ogoh berukuran raksasa yang merupakan bagian dari ritual bhuta yadnya. Di sisi depan galeri utama yang berada di tengah kompleks, terdapat sebuah panggung amphitheater.

Pada bagian tengah, disimpan peralatan yang berkaitan dengan ritual manusa yadnya. Manusa yadnya dilakukan untuk menyempurnakan kebajikan dalam diri seorang manusia. Yang termasuk dalam ritual ini ada rangkaian tahapan yang dilalui manusia sepanjang hidupnya, mulai dari kehamilan, kelahiran, pubertas, menjelang kedewasaan, hingga kematian.

Salah satu upacara yang diadakan dalam proses kehidupan seseorang dalam masyarakat Bali adalah upacara kelahiran (otonan/pawetonan). Upacara ini diadakan 210 hari setelah bayi dilahirkan. Memasuki usia pubertas, diadakan upacara akil balig (ngaraja sewala) serta upacara mengasah gigi (mapandes) yang memiliki makna pembersihan diri dari hawa nafsu. Memasuki usia dewasa, ritual penting lain yang harus dilalui adalah pernikahan dan perjalanan hidup seseorang akan ditutup dengan upacara kematian – dapat berupa penguburan atau kremasi (ngaben).

Source https://www.indonesiakaya.com/ https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/museum-yadnya-mengabadikan-lima-dimensi-spiritual-masyarakat-hindu-bali
Comments
Loading...