Museum Manggala Wanabakti Jakarta

0 57

Lokasi Museum Manggala Wanabakti

Museum Manggala Wanabakti terletak di RT.1/RW.3, Gelora, Tanahabang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270.

Museum Manggala Wanabakti

Peresmian Museum Manggala Wanabakti ini dilakukan pada 24 Agustus 1983 oleh Presiden Soeharto. Koleksi artifak Museum Manggala Wanabakti dipamerkan sesuai bidangnya, yaitu Perencanaan, Reboisasi dan Rehabilitasi, Eksploitasi, Industri Pengolahan Kayu, Artifak Bekas Upacara

Artifak Perencanaan Kehutanan memberi pedoman dan arah agar tujuan penyelenggaraan kehutanan tercapai, yang dilakukan secara transparan, bertanggung gugat, partisipatif, terpadu, serta memperhatikan kekhasan dan aspirasi daerah sesuai UU No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Diantara Artifak terkait Perencanaan Kehutanan di Museum Manggala Wanabakti adalah Awig-Awig, buku Definitief Bedrijfsplan In Engeren Zin Van De Houtvestery Tjepoe (Duplicaat & Triplicaat), Buku Rencana Kelestarian Kelas Perusahaan Jati dari Kesatuan Pemangkuan Hutan Bojonegoro, Peta Areal Hutan Jati & Non Jati Di Jawa Timur serta Peta Tanah di kawasan Jawa dan Madura.

Lalu ada Peta Kelas Perusahaan Eboni dari KPH Tabalu Poso Sulawesi, Stereoskop, Kompas Rekta, Planimeter (Area Counter), Equerre, Mistar Hitung Hemmi / Hemmi Slide Rule, Buku Ukur / Log Book, Theodolith, Lukisan Kegiatan Pemetaan Areal Menggunakan Theodolith Jaman Dulu, Lukisan Kegiatan Pemetaan Areal Menggunakan Theodolith, dan Lukisan Kegiatan Pemetaan Areal Menggunakan Theodolith.

Awig-awig berisi tatacara kehidupan yang harus dipatuhi oleh warga desa di Bali dimana awig-awig itu dikeluarkan, serta hukuman yang harus diterima jika melanggar. Awig-awig di Museum Manggala Wanabakti ada 40 lembar, dibuat dari daun lontar, aslinya berada di Tenganan Pegringsingan, Bali, yang ditetapkan pada Jumat Pon, Wara Tambir Sasih Kasa panglong ping 10 rah7 tengek 4, 1 Saka 1847.

Awig-awig Tenganan Pegringsingan terdiri dari 61 pasal, dimana pasal 15, 16, 51, 55 dan 61 berisikan ketentuan yang berhubungan dengan kelestarian alam dan lingkungan hidup, berdasarkan terjemahan bebas oleh I Wayan Nudhita yang berasal dari desa adat itu.

Buku dalam bahasa Belanda berjudul Definitief Bedrijfsplan In Engeren Zin Van De Houtvestery Tjepoe berisi Peraturan Perundang-undangan mengenai Perencanaan pengelolaan hutan jati di wilayah Cepu, Jawa Tengah, yang berlaku dari tahun 1933 – 1942.

Buku Rencana Kelestarian Kelas Perusahaan Jati Dari Kesatuan Pemangkuan Hutan Bojonegoro terdiri dari 7 jilid. Jilid A ada 3 buku yang di buat tahun 1974, dan jilid B terdiri dari 4 buku.

Peta Areal Hutan Jati & Non Jati Di Jawa Timur, Serta Peta Tanah Dikawasan Jawa Dan Madura memakai skala 1: 1.000.000 dengan 2 warna, dibuat pada 1922. Hijau untuk area hutan rimba dan coklat area hutan jati. Peta Tanah di kawasan Jawa dan Madura, memakai skala 1:1.000.000, dibuat pada 1957 dan disusun oleh Jongh dan Mehr dari Balai Penyelidikan Tanah.

Ada 736 artifak yang disimpan di dalam dan di luar Museum Manggala Wanabakti yang memberi gambaran sejarah kehutanan.

 

Source http://www.aroengbinang.com/ http://www.aroengbinang.com/p/museum-manggala-wanabakti-jakarta.html
Comments
Loading...