Museum Keraton Sumenep

0 339

Lokasi Museum Keraton Sumenep

Museum Keraton Sumenep terletak di Jalan Dr. Soetomo No. 6 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Museum Keraton Sumenep

Museum ini termasuk museum umum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang kantornya juga berada di lingkungan Keraton Sumenep.

Museum ini menyimpan beragam peninggalan sejarah dari Keraton Sumenep di mana sebagian besar merupakan peninggalan bangsawan Sumenep. Museum ini memiliki 480 koleksi yang digolongkan dalam beberapa jenis.

Dasar pendirian museum ini adalah Penetapan Presiden RI No. 16 Tahun 1959, Keputusan Presiden (Kepres) RI No. 71 Tahun 1964, dan Keputusan Bupati KDH No. 0242/D/a/IV-65 dengan nomor akte notaris Keputusan Bupati KDH No.0212/D/a/IV-65. Sesuai namanya, bangunan yang digunakan untuk museum ini menempati sejumlah bangunan yang dulu adalah bangunan milik Keraton Sumenep.

Bangunan Museum Keraton Sumenep

Luas bangunan yang diperuntukkan untuk museum adalah sekitar 2.000 m², yang terbagi menjadi tiga bagian yang terletak di depan atau luar kraton dan di dalam keraton.

Museum bagian pertama berada di luar kraton di mana loket karcis masuk museum berada. Dulu, awalnya bangunan tersebut merupakan bangunan yang digunakan untuk memarkir kereta milik kraton (kamarrata). Setelah dijadikan museum, bangunan ini digunakan untuk menyimpan atau memajang kereta kencana yang merupakan peninggalan Keraton Sumenep pada masa pemerintahan Sultan Abdurrachman (1812-1854).

Museum bagian kedua berada di dalam halaman Keraton Sumenep. Bangunan kedua ini, dulunya merupakan kantor Koneng. Kantor Koneng aadalah bangunan yang pernah dipergunakan oleh Raja Sumenep dalam melakukan aktivitasnya (ruang kerja) dalam memimpin kerajaan ketika itu.

Museum bagian ketiga berada di samping kiri dari bangunan museum kedua. Di atas pintu masuk bangunan museum ini  tertulis rumah penyepen. Dulu, bangunan ini digunakan oleh Bindara Saod atau Raja Sumenep yang bergelar R. Tumenggung Tirtanegara  (1750-1762), untuk menyepi.

Koleksi Museum Keraton Sumenep

Al-Qur’an di Museum Keraton Sumenep

Museum ini juga terdapat koleksi Al-Qur’an yang berukuran panjang 4 meter dengan lebar 3 meter dengan berat sekitar 500 kilogram yang ditulis pada tahun 2005 oleh seorang wanita bernama Yanti dari Desa Bluto dengan waktu pembuatan selama enam bulan.

Koleksi lainnya berupa peralatan upacara tradisional, pendupaan dan lampu, serta alat upacara daur hidup,  tentang perlengkapan hiasan, alat berhias, dan alat meramu jamu tradisional. Terdapat sejumlah koleksi alat kesenian tradisional maupun alat musik keislaman. Aneka benda keramik abad 18, guci keramik China dan Thailand, dan berbagai bentuk keramik asing lainnya, seperti keramik Eropa. Terdapat sejumlah koleksi persenjataan dan naskah kuno, seperti keris, tombak, perlengkapan prajurit, dan naskah-naskah kuno yang ditulis di daun lontar.

Selain koleksi tersebut, terdapat sejumlah koleksi berupa patung-patung dan yoni peninggalan Majapahit., serta kerangka ikan paus yang berada dalam bilik kaca. Ikan paus tersebut terdampar di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep pada tahun 1977, yang berukuran panjang 13 m, tinggi 1,75 m dan berat 4 ton.

Source Museum Keraton Sumenep Jawa Timur
Comments
Loading...