Museum Kanker Indonesia Surabaya

0 128

Lokasi Museum Kanker Indonesia

Museum Kanker Indonesia terletak di Jalan Kayun No. 16-18 Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. 

Museum Kanker Indonesia

Museum ini menempati sebuah bangunan gedung Yayasan Kanker Wisnuwardhana (YKW) yang telah diresmikan oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur R.P. Moh. Noer pada tanggal 30 Mei 1974. Jadi, Museum Kanker Indonesia ini didirikan sebagai museum edukasi yang tak hanya menampilkan sisi sejarah perjuangan manusia dalam memberantas kanker tetapi juga memajang sejumlah koleksi jaringan bagian tubuh manusia yang terkena kanker.

Di dalam museum ini, pengunjung akan diperlihatkan berbagai macam jenis kanker dalam bentuk jaringan kanker yang diawetkan di dalam toples berisi cairan formalin. Selain itu juga diperlihatkan berbagai foto dan gambar yang menunjukkan kanker yang menyerang organ tubuh.

Sebenarnya jenis kanker ada ratusan. Namun, museum ini baru memiliki sekitar 30-an jenis kanker yang bisa dilihat secara langsung. Meski koleksi di museum masih 30-an, tapi pengumpulannya tidak mudah. Koleksi ini merupakan jerih payah dr Etty Ananto, yang pengumpulannya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menemukannya. Seperti kanker payudara, kanker indung telur, kanker leher rahim, kanker paru-paru, dan lain-lain.

Di belakang gedung utama, terdapat banner yang berisi tentang sejarah kanker yang ada sejak 80 juta tahun lalu, yang ditemukan pada fosil dinosaurus. Pengunjung akan melihat kisah cara-cara pengobatan tradisional terhadap penyakit kanker sampai dengan cara yang modern. Selain itu, di halaman belakang gedung ini terdapat pula sebuah kebun kecil berisi puluhan tumbuhan yang dipercaya sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit kanker.

Di dinding tembok yang berada tepat di belakang ruangan utama museum ini terdapat banner yang berisi upaya-upaya untuk menangani penyakit kanker, yaitu upaya promotif, preventif, deteksi dini, diagnosis, kuratif (pengobatan), rehabilitatif, dan paliatif.

Upaya promotif adalah upaya yang dapat dilakukan paling awal. Pada upaya ini, seluruh elemen masyarakat diberi pengetahuan dan pengertian yang tepat mengenai penyakit kanker pada usia sedini mungkin. Tanpa upaya ini, masyarakat tidak akan siap menghadapi kanker, bahkan tidak tahu mengenai adanya kanker. Utamanya, ada 3 hal yang dapat dilakukan untuk mempromosikan kanker pada masyarakat, seperti informasi, konsultasi, dan edukasi.

Source http://kekunaan.blogspot.co.id/ http://kekunaan.blogspot.co.id/2016/02/museum-kanker-indonesia.html
Comments
Loading...