Museum Brawijaya Malang

0 178

Museum adalah tempat yang bertujuan untuk mengingatkan kita pada kejadian di masa lampau. Dan merupakan wisata sejarah dan banyak memberikan pendidikan sejarah bagi pelajar maupun kalangan umum yang berkunjung. Begitu juga Museum Brawijaya yang berada di kota Malang. Museum ini berisi benda-benda bersejarah pada zaman perang kemerdekaan hingga koleksi foto-foto malang pada tempo dulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Museum Brawijaya terletak di jalan Ietjen no 25 Malang. Museum brawijaya diresmikan pada tanggal 4 mei 1968, dengan suatu upacara resmi. Dalam upacara tersebut, Pangdam VIII/Brawijaya menunjuk Kolonel (Purn) DR. Soewondo (mantan Pangdam VIII/Brawijaya pada tahun 1952) mewakili pinisepuh keluarga besar Brawijaya untuk bertindak sebagai inspektur upacara dan dihadiri oleh Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen TNI M. Yasin beserta keluarga Brawijaya. Dengan luas mencapai 6825 m2, terbagi atas 2 area utama. Yaitu area pamer dan perkantoran.

Pada tahun 1962 usaha untuk membangun Museum Brawijaya ini sudah di lakukan oleh pemrakarsanya, yaitu Brigjen TNI (Purn) Soerachman (Mantan Pangdam VIII/Brawijaya tahun 1959 – 1962). Maksud pendirian museum ini adalah untuk membuktikan kepada masyarakat mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya rakyat Jawa Timur sejak 1945 yang secara terus menerus membuktikan dharma bhaktinya kepada ibu pertiwi.

Kemudian pembangunan gedung Museum Brawijaya ini mendapat partisipasi dari Martha, ia adalah pemilik hotel di Tretes, Pandaan, Pasuruan. Martha menyatakan kesanggupannya untuk menanggung biaya pembangunan gedung museum, sedangkan pemerintah daerah Kotamadia Malang menyediakan lokasi tanah yang terletak di Taman Indrakila (sekarang Jl. Ijen 25A Malang) seluas ± 10.500 m² dengan luas gedung pameran, perpustakaan dan perkantoran ± 3.200 m².

Sebelum gedung museum diresmikan, terlebih dahulu dilakukan pemberian nama yang berdasarkan Keputusan Pangdam VIII/Brawijaya nomor Kep/75/IV/1968 tanggal 16 April 1968 tentang pemberian nama Museum Brawijaya dengan sesanti “Citra Uthapana Cakra”. Citra berarti sinar atau cahaya, uthapana artinya yang membangun atau membangkitkan, dan cakra memiliki makna kekuatan atau semangat. Jadi secara keseluruhan Citra Uthapana Cakra dapat diartikan sebagai “Sinar yang membangkitkan semangat/kekuatan”.

Adapun beberapa koleksi dari museum Brawijaya ini seperti pada halaman depan pada museum terdapat koleksi seperti Tank, Penangkis Serangan Udara, Meriam 3,7 inch (Si Buang), Tank, Amphibi AM Track, Patung Jenderal Sudirman. Kemudian di ruang loby juga terdapat 2 buah relief (lukisan timbul di dinding) dan dua perangkat lambang-lambang Kodam (badge) di Indonesia. Sedangkan di halaman tengah terdapat benda koleksi seperti gerbong maut, perahu segigir. Dan masih banyak ruangan yang lain yang juga menyimpan benda koleksi jaman dulu kala. Pada Museum Brawijya ini juga terdapat sebuah perpustakaan yang merupakan tempat untuk mengoleksi buku-buku dan dokumen-dokumen (Audio Visual) sejarah perjuangan TNI, karya-karya umum dan referensi yang terkait dengan pendabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Source Museum Brawijaya Malang Kekunaan
Comments
Loading...