Museum Blikon Bewut NTT

0 180

Lokasi Museum Blikon Bewut

Museum Blikon Bewut terletak di atas perbukitan Kecamatan Nita, 6 km ke arah selatan Kab. Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Museum Blikon Bewut

Asal museum sangat terkait dengan kegiatan dari tatanan internasional SVD (Societas Verbi Divini) misionaris di awal abad 20. Sebagai misionaris SVD banyak yang ahli di bidang sejarah, linguistik, dan antropologi, mereka mulai mengeksplorasi harta karun masa lalu budaya Flores .

Museum Blikon Blewut adalah museum terbesar dan terlengkap di Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) yang menghimpun berbagai fosil dan artefak dari zaman batu,megalitikum, dan artefak kesenian lainnya dari berbagai kultur. Kata Blikon Blewut sendiri mempunyai arti “sisa-sisa dari yang punah”. Pengumpulan benda-benda purba dimulai oleh Pater Verhoeven SVD pada tahun 1965, kemudian dilanjutkan Pater Piet Petu SVD pada tahun 1980-an. Promotor Blikon Blewut terbesar adalah Dr. P. Th. Verhoeven SVD yang mulai mengadakan penelitian dan ekspedisi-ekspedisi penggalian sejak tahun 1950.

Tokoh-tokoh lain yang ikut menggali barang-barang prasejarah dan sejarah ialah Mgr. van Bekkum SVD, Pater Mommersteeg SVD, van Heekeren (Kepala Dinas Purbakala Jakarta di saat itu), Pater Darius Nggawa SVD, Fr. Nurak dan sebagainya. Sedangkan khusus di Timor, sebelum Pater Verhoeven dkk. sudah pernah diteliti oleh Fritz Serasin pada tahun 1934 dan YA. Willems pada tahun 1938. Pater Verhoevera, Pater Piet Petu SVD melanjutkan karya besar itu dengan mengumpulkan barang-barang purbakala lainnya dari Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

Pater Piet Petu SVD pulalah yang selanjutnya memverifikasinya yaitu mencari hubungan kausalnya. Ia menyimpan buah terus terakumulasi dari usahanya di Seminari Todabelu di Kabupaten Ngada, di mana pada saat itu objek mendapat perhatian yang relatif sedikit. Pada pertengahan 1970-an, obyek dipindahkan ke Ledalero Seminary di Maumere, tapi tidak sampai tahun 1983 bahwa Blikon Blewut Museum memperoleh signifikansi : salah satu mantan anggota Verhoeven ini ekspedisi, Piet petu SVD, orang Papua menjadi dosen dalam sejarah budaya di Ledalero Seminari.

 

Source http://newtourismterritory.com/beranda http://newtourismterritory.com/wisata/item/156
Comments
Loading...