Museum Adam Malik Jakarta

0 318

Lokasi Museum Adam Malik

Museum Adam Malik terletak di Jalan Diponegoro 29, Menteng, Jakarta Pusat.

Museum Adam Malik

Museum Adam Malik adalah sebuah bangunan berlantai dua beraksitektur model rumah peninggalan Belanda dengan dindingnya dipenuhi jendela dan kaca. Berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter. Dulunya adalah rumah kediaman bekas wakil presiden RI ke 3, Adam Malik. Setelah beliau wafat, pihak keluarga memutuskan menjadikan rumah ini sebagai museum. Dan peresmiannya dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto pada 5 September 1985 tepat setahun setelah Adam Malik wafat. Pengelolaan museum ini dipercayakan kepada Yayasan Adam Malik.

Pada masanya, Museum Adam Malik merupakan museum swasta terbesar di Jakarta. Museum itu memiliki beragam koleksi, yang bisa dibagi dalam 13 jenis. Yakni lukisan non-Cina, lukisan Cina, ikon Rusia, keramik, buku, senjata tradisional, patung batu dan logam, ukiran kayu, batu permata, emas, tekstil, kristal, dan fotografi.

Koleksi benda-benda arkeologis pun lumayan banyak. Diantaranya arca Ganesha, arca Bhima, benda prasejarah, arca Buddha Aksobhya, Lingga, Dewi Durga, dan Dewa Siwa. Koleksi yang dipandang adikarya adalah keramik Cina yang berasal dari Makassar dan situs Buni (Bekasi, Jawa Barat). Koleksi paling spektakuler adalah prasasti Sankhara yang diperkirakan berasal dari abad ke-8.

Sayang sekali tahun 2000-an yayasan mulai keteteran untuk biaya operasional museum, sedangkan kucuran dana bantuan pemerintah untuk museum sudah distop. Maka pada tahun 2006, museum resmi ditutup dan bangunan itu dijual kepada pengusaha Harry Tanoe.

Menjelang ditutup, pihak yayasan pernah menawarkan koleksi museum ini ke pemerintah. Namun tak ada respons positif. Akhirnya, koleksi museum mulai dijual ahli waris sedikit demi sedikit, ke toko barang antik, ke kolektor sampai ke tukang loak.

Source https://alatpenterjemahjakarta.wordpress.com/ https://alatpenterjemahjakarta.wordpress.com/2013/11/07/bernostalgia-di-museum-3/
Comments
Loading...