Monumen Van Der Wijck Lamongan

0 163

Lokasi Monumen Van Der Wijck

Monumen ini terletak di Jalan Raya Pantura Lamongan No. 17 Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Monumen Van Der Wijck

Sesuai prasasti yang terpampang pada monumen van der wijck sebelah barat tertulis “Tanda-Peringatan Kapada Penoeloeng-Penoeloeng Waktoe Tenggelamnja Kapal “Van Der Wijck” DDO. 19-20 October 1936.” Prasasti ini menandakan bahwa monumen ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mengenang kisah tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di perairan Lamongan pada tahun 1936, dan sekaligus untuk mengucapkan terima kasih dari pemerintah Hindia Belanda kepada warga Lamongan yang pada saat terjadi musibah, telah memberikan bantuan dalam berbagai bentuk dan usaha.

Kapal Van Der Wijck dikenal juga dengan SS Van Der Wijck. Istilah SS digunakan pada kapal bertenaga uap (Steam Ships atau screw-driven steamship). Biasanya inisial SS ditambahkan sebelum nama dari kapal yang dimaksud, seperti SS Van Der Wijck. SS Van Der Wijck merupakan kapal pengangkut penumpang dan barang (passenger and cargo ship) yang menggunakan tenaga uap.  Kapal uap ini mengambil nama salah seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke-61, yaitu Carel Herman Aart van der Wijck. Pria kelahiran Ambon pada 29 Maret 1840 ini diangkat sebagai Gubernur Jenderal oleh Ratu Emma van Waldeck-Pymont dan memimpin dari 17 Oktober 1893 sampai dengan 3 Oktober 1899, kemudian meninggal di Baarn, Utrecht, pada 8 Juli 1914 yang usianya menginjak 74 tahun. Pada tahun 1921 pemerintah Belanda mengabadikan nama Gubernur Jenderal ini sebagai nama kapal mewah milik perusahaan pelayaran milik pemerintah Belanda tersebut.

Charles Hocking dalam bukunya, Dictionary of Disasters at Sea during the Age of Steam: Including Sailing Ships and Ships of War Lost in Action 1824-1962 (Lloyd’s Register of Shipping, 1969) menyebutkan, pada saat pelayarannya yang terakhir, kapal Van Der Wijck berangkat dari Surabaya ke Tanjung Priok dengan membawa penumpang dan barang. Selepas berlabuh dari Surabaya untuk melanjutkan perjalanan ke Batavia, kapal tersebut terbalik dan tenggelam dalam cuaca yang buruk dekat Tanjung Pakis pada 20 Oktober 1936.

Monumen Van Der Wijck ini menjadi saksi bisu tentang kisah tenggelamnya kapal Van Der Wijck di daerah Brondong. Hanya saja sangat disayangkan, lokasi monumen tersebut terhalang pandangan dengan adanya Pos Polisi yang berada gapura pintu masuk ke TPI Brondong, dan minimnya papan penunjuk adanya monumen tersebut

Source Monumen Van Der Wijck Lamongan Jawa Timur
Comments
Loading...