Monumen Radio Rimba Aceh

0 20

Monumen Radio Rimba

Padahal pada 1948 Aceh sangat mendukung kemerdekaan. Salah satunya melalui Radio Rimba Raya ini. Radio Rimba Raya memiliki peranan penting pada masa perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Radio tersebut pada 20 Desember 1948 mampu mengudara untuk menangkal propaganda Belanda. Tidak tanggung-tanggung upaya Aceh dalam menyiarkan pemberitaannya tidak dengan satu bahasa saja. Akan tetapi berbagai banyak bahasa antara lain, Inggris, Arab, Urdu, China, Belanda, dan Jerman. Bahasa-bahasa tersebut dapat didengar dengan jelas di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Saigon, Manila, New Delhi, Australia, dan sebagian negara-negara Eropa. Menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih utuh. Tidak seperti yang diberitakan oleh Radio Belanda Hilversum. Tidak hanya menangkal propaganda Belanda saja, Radio Rimba Raya juga menyerukan perang gerilya terhadap penjajah Belanda.

Begitu semangatnya Aceh dalam Kemerdekaan Indonesia pada 1948. Mereka berupaya untuk membeli pemancar yang kuat dari luar negeri untuk mendukung kemerdekaan ini. Sebelum dukungan dari Radio Rimba Raya ini, Aceh sudah mempunyai pahlawan yang melawan penjajah. Seperti Tjut Nyak Dien, Teuku Umar, Tjut Meutia, dan Teungku Chik Di Tiro.

Semangat para pahlawan Aceh dan peristiwa di Radio Rimba Raya ini sangat bertentangan dengan gerakan separatis yang terjadi di Aceh beberapa waktu lalu. Apakah para separatis tersebut tidak belajar mengenai sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mendukung kemerdekaan Indonesia? mungkin itu yang sering kita gumamkan tentang para separatis tersebut. Akan tetapi keadaan Aceh sekarang yang sudah lebih kondusif dan sudah ada perjanjian damai antara seperatis dan Indonesia, maka perjuangan para pahlawan dan radio pemancar ini tidaklah menjadi sia-sia.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditpcbm/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditpcbm/berartikah-monumen-radio-rimba-raya-untuk-kita-saat-ini/
Comments
Loading...