Monumen Pieter Erberveld Jakarta

0 23

Monumen Pieter Erberveld

Monumen Pieter Erberveld adalah sebuah monumen bersejarah yang bentuknya agak ‘mengerikan’. Monumen itu berupa sebuah tembok bercat putih. Di atasnya terdapat sebuah tengkorak tertancap sepotong ‘besi’ terbuat dari gips.

Pieter Elberverd adalah keturunan Indo dan merupakan tuan tanah kaya raya yang tinggal di kawasan Pangeran Jayakarta. Suatu waktu, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) sebagai pihak yang berkuasa ingin memperluas wilayah dan menyita tanah-tanah di Batavia, termasuk tanah milik Pieter Elberverd. Tanah-tanah tersebut disita tanpa adanya ganti rugi. Tidak terima dengan hal tersebut, Pieter Elberverd pun merencanakan pemberontakan.

Rupanya upaya ini dibocorkan oleh seorang budak belian kepada Kompeni. Akibatnya tiga hari sebelum rencana tiba semua peserta pertemuan rahasia yang sedang berlangsung di rumah Erberveld ditangkap. Mereka kemudian disiksa secara kejam dan dihukum mati. Eksekusi itu dilaksanakan pada 22 April 1722 (Adolf Heuken, Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta). Erberveld dan Kartadria dibunuh dengan cara sadis. Badan mereka ditarik oleh empat ekor kuda hingga kulit mereka pecah-pecah.

Untuk mengenang peristiwa itu maka kampung di sekitar tempat kediaman Erberveld disebut Kampung Pecah Kulit. Sementara di bekas lokasi rumah tinggalnya dibangun monumen. Sayang monumen aslinya dihancurkan penguasa pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Sebagian batu aslinya kemudian ditempatkan di halaman belakang Museum Sejarah Jakarta.

Source https://semuatentangprovinsi.blogspot.com https://semuatentangprovinsi.blogspot.com/2018/08/daerah-khusus-ibukota-jakarta-dki-jakarta-bagian-2.html
Comments
Loading...