Monumen Kapal Selam Surabaya

0 143

Lokasi Monumen Kapal Selam

Monumen ini terletak di Jalan Pemuda No. 29 Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi Monkasel ini berada di bantaran Kali Mas yang ada Jembatan Gubeng, atau di sebelah timur areal parkir Plasa Surabaya.

Monumen Kapal Selam

Monumen ini dibangun atas prakarsa Pimpinan TNI AL, Gubernur Jawa Timur dan para sesepuh kapal selam. Monkasel adalah bentuk asli kapal KRI Pasopati 410 dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselarmatim). Selama pengabdiannya, KRI Pasopati banyak berperan aktif menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut yuridiksi nasional dalam berbagai operasinya, antara lain Operasi Trikora pada tahun 1962.

Pembangunan Monkasel ditandai dengan peletakkan batu pertama pada 1 Juli 1995 oleh Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman didampingi Panglima Armada Timur Laksamana Madya TNI Gofar Soewarno. Kemudian KRI Pasopati yang telah dinonaktifkan dari jajaran TNI AL pada 25 Januari 1990 itu dipotong-potong menjadi 16 blok di PT. PAL dan dibawa ke lokasi untuk dirakit ulang hingga menjadi wujud utuh kembali menjadi KRI Pasopati. Monkasel diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Arief Kushariadi pada 27 Juni 1998 dan dibuka untuk umum pada 15 Juli 1998.

Masuk ke dalam KRI Pasopati ini, pengunjung harus menaiki tangga yang terbuat dari besi. Tepat di pintu masuk, pengunjung akan disambut oleh petugas yang ada di dalam kapal. Setelah ditanyakan mengenai tiket masuknya, pengunjung langsung dipersilakan untuk berkeliling melihat isi dalam kapal selam tersebut. Di dalam kapal ini, pengunjung akan menyaksikan tujuh ruangan.

Ruangan Monumen Kapal Selam

Ruang I, ruang ini lebih dikenal dengan sebutan ruang torpedo atau ruang depan pada bagian atas ruang ini terletak pintu masuk ke dalam kapal. Pintu ini juga berfungsi untuk keluar masuk (bongkar muat) torpedo.

Ruang II, ruang ini merupakan lounge room perwira. Di sini, para perwira tinggal, makan dan bekerja. Di antara ruangan ini terdapat sekat kecil untuk ruang komandan dan ruang komunikasi. Di bawah geladak terdapat ruang baterai group 1.

Ruang III, ruang ini merupakan ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), tempat pengoperasian kapal dan pusat kegiatan tempur dilaksanakan. Di bawah geladak terdapat gudang penyimpanan makanan.

Ruang IV, ruang ini terdapat tempat tidur ABK, ruang makan ABK, dapur serta ada tempat atau gudang untuk penyimpanan bahan makanan.

Ruang V, ruang  ini merupakan tempat motor diesel, pesawat bantu dan pengendaliannya. Motor diesel yang digunakan oleh kapal selam ini adalah mesin diesel 2.000 PK. Mesin diesel ini digunakan sebagai motor pendorong pokok saat kapal selam berada di atas permukaan dengan kecepatan maksimum 18, 3 knot (1 knot = 1,8 Km/jam).

Ruang VI, ruang ini adalah ruang listrik di mana terdapat 2 buah motor listrik/generator pokok untuk menggerakkan baling-baling atau pengisian batteray.

Ruang VII, ruang ini merupakan ruang torpedo buritan. Pada ruang ini ada 2 buah peluncur torpedo. Di bagian atas ruangan ini terdapat pintu masuk ABK dari arah geladak buritan ke dalam kapal selam.

Source Monumen Kapal Selam Jawa Timur
Comments
Loading...