Monumen Juang 45 Malang

0 14

Monumen Juang 45

Monumen Juang 45 terletak di Jalan Kertanegara, di mana tepat berada di depan Stasiun Kotabaru Malang. Hingga saat ini, wisatawan dan pengunjung lokal yang menuju ke arah Stasiun Kotabaru bisa melepaskan penat sejenak sambil menikmati pemandangan sekitar. Tak hanya lalu lalang kendaraan, karena pemerintah Kota Malang telah menata ulang sekitar area stasiun menjadi sentra kuliner dan jajanan khas, warung makan dan beberapa restaurant. Tak jauh dari Monumen Juang 45 ini terdapat beberapa lokasi untuk dinikmati antara lain Taman Cerdas Trunojoyo, Balaikota Malang dan taman tugu. Serta sarana akomodasi yang lumayan lengkap serta tidak sulit untuk menuju pusat perbelanjaan. Selain bisa menjadi obyek wisata, Monumen Juang 45 ini dibangun sebagai simbol patriotisme dan semangat rakyat Indonesia melawan penjajahan.

Monumen Juang 45 sendiri berdimensi 10 x 40 meter dengan panjang pondasi 6,90 meter, panjang patung 3,30 meter dan tinggi 2 meter. Jika digabung dengan patung tertinggi, maka total keseluruhan tingginya mencapai 5 meter. Monumen ini berbentuk patung berwarna tembaga dan terbuat dari semen dengan 20 patung kecil dan satu di antaranya berupa patung raksasa berukuran sangat besar. Monumen dikelilingi delapan pagar di tepi monumen sebagai simbol budaya Jawa. Monumen berada di atas kolam dengan beberapa air mancur di sekelilingnya. Sementara di sisi luar kolam terdapat ornamen bunga teratai mengelilingi Monumen Juang 45.

Monumen Juang 45 dibangun pada 20 Mei 1975 dengan ide awal berasal dari pemerintah daerah Kota Malang. Monumen Juang ’45 ini dibuat untuk mengingat kembali sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Juga merupakan pembangkit semangat patriotisme anak-anak muda di Kota Malang ketika berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Monumen menggambarkan kegigihan para pejuang melawan penjajah yang digambarkan sebagai raksasa tergeletak jatuh. Patung raksasa sebagai simbol kolonialisme (Belanda) yang saat itu menjajah negara kita, dan 19 patung-patung kecil sebagai simbol rakyat jelata. Monumen Juang 45 melambangkan matinya keangkaramurkaan para penjajah Jepang dan Belanda oleh perjuangan rakyat Indonesia. Patung-patung menggambarkan penduduk yang berjalan untuk mengungsi dan para pejuang yang menginjak patung raksasa. Di mana keseluruhannya adalah penggambaran betapa sulitnya memperjuangkan negara kita dari tirani. Relief-relief yang mengelilinginya menggambarkan tentang perjuangan pada masa Perang Kemerdekaan dari tahun 1945 sampai dengan 1949 di Kota Malang.

Pada sisi timur terdapat relief Sukarno-Hatta dan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Di sisi utara menggambarkan kekejaman penjajah Jepang dan Belanda. Di sisi barat menggambarkan pertempuran dan sisi selatan juga menggambarkan pertempuran. Namun semua relief tadi tanpa keterangan sehingga sulit dimengerti apa yang dimaksudkan dari monumen yang terletak di Jalan Kertanegara tadi.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/4857/monumen-juang-45/
Comments
Loading...